Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu perhatian para pengamat kerajaan usai mengungkap isi percakapan pribadinya dengan Raja Charles III terkait ambisi nuklir Iran.
Langkah Trump itu dinilai melanggar protokol kerajaan Inggris yang selama ini menempatkan percakapan semacam itu sebagai pembahasan tertutup.
Dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih yang dihadiri Raja Charles III dan Ratu Camilla, Trump mengatakan dirinya dan sang raja sempat membicarakan isu Iran.
Ia menyebut keduanya sepakat bahwa negara tersebut tidak boleh memiliki senjata nuklir. Trump juga mengisyaratkan bahwa Raja Charles III lebih sejalan dengan pandangannya.
Baca Juga: Trump Siapkan Tekanan Jangka Panjang ke Iran Lewat Blokade Ekonomi dan Pelabuhan
Pernyataan Trump yang membuka isi percakapan pribadi tersebut dianggap tidak biasa dalam tradisi diplomatik Inggris.
Menanggapi hal itu, Istana Buckingham menegaskan bahwa Raja Charles III tetap mempertahankan posisi pemerintah Inggris terkait upaya pencegahan proliferasi nuklir, tanpa memberikan komentar mengenai isi pembicaraan pribadi itu.
Presiden AS Donald Trump dan Raja Charles III berbincang di luar Gedung Putih selama upacara di Washington, DC pada 28 April 2026. ANTARA/White House Via X Account/Anadolu/pri. (Antara)