Trump Sebut Kemungkinan Raja Charles III Akan Dukung AS Lawan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 13:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump dan Raja Charles III berbincang di luar Gedung Putih selama upacara di Washington, DC pada 28 April 2026. ANTARA/White House Via X Account/Anadolu/pri. Presiden AS Donald Trump dan Raja Charles III berbincang di luar Gedung Putih selama upacara di Washington, DC pada 28 April 2026. ANTARA/White House Via X Account/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pandangannya bahwa Raja Inggris Charles III kemungkinan akan berpihak kepada Amerika Serikat dalam operasi menghadapi Iran.

“Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu, 29 April 2026.

Trump juga menyebut bahwa Raja Charles III diperkirakan akan mengikuti pandangan Amerika Serikat dalam isu konflik di Ukraina.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara besar.

Baca Juga: Raja Charles III Tiba di AS, Bakal Bertemu Trump dan Berpidato di Kongres

Sebelumnya, pada Maret 2026, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena menolak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.

“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” kata Trump.

Selain itu, Trump turut mengkritik kebijakan pemerintahan Starmer, khususnya terkait isu migrasi dan energi yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Pada Selasa, 1 April 2026, Trump juga menyatakan bahwa dirinya mempertimbangkan kemungkinan menarik Amerika Serikat dari North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Baca Juga: NATO Tegaskan Komitmen Lindungi Turki dari Serangan

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah negara sekutu menolak terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Ia menilai bahwa negara-negara Eropa tidak lagi dapat diandalkan sebagai mitra dalam bidang pertahanan, terutama setelah mereka menolak permintaan Amerika Serikat untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close