Trump Tunda Agenda Press Conference Gegara Tembakan di Gedung Putih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Apr 2026, 09:35
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump terpaksa menunda agenda publiknya setelah insiden tembakan mengguncang acara tahunan White House Correspondents Dinner pada Sabtu malam waktu setempat. Insiden tersebut memicu evakuasi darurat terhadap sejumlah pejabat tinggi yang hadir, meski tidak ada laporan korban luka.

Berdasarkan laporan Associated Press, Trump dilaporkan dalam kondisi selamat. Ancaman yang belum dijelaskan memicu aparat keamanan segera mengevakuasi para pejabat penting dari lokasi acara. Seorang pejabat penegak hukum menyebutkan bahwa seorang pelaku sempat melepaskan tembakan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa insiden terjadi di luar ruang ballroom tempat Trump dan para tamu berada. Namun hingga kini, kronologi pasti kejadian masih belum sepenuhnya jelas.

Petugas United States Secret Service bersama aparat lainnya langsung memasuki ruang jamuan di Washington Hilton. Ratusan tamu yang tengah menikmati hidangan makan malam panik dan berlindung di bawah meja. Teriakan peringatan terdengar di berbagai sudut ruangan, sementara sebagian tamu meneriakkan “God Bless America” ketika Trump dikawal turun dari panggung. Dalam proses evakuasi, Trump sempat tersandung dan dibantu berdiri oleh agen pengamanan.

Baca Juga: Mencekam! Trump Dievakuasi Gegara Baku Tembak di Gedung Putih saat Makan Malam

Seorang pejabat keamanan mengonfirmasi adanya pelaku penembakan, namun belum memberikan rincian lebih lanjut. Seluruh pejabat yang berada di bawah perlindungan Secret Service langsung diamankan dan dievakuasi dari lokasi. Sementara itu, panitia acara sempat berupaya melanjutkan jamuan yang tertunda.

Sejumlah saksi mata melaporkan mendengar sekitar lima hingga delapan kali letusan. Ballroom yang dipenuhi ratusan jurnalis, selebritas, dan tokoh nasional yang tengah menunggu pidato Trump langsung dikosongkan. Personel Garda Nasional dikerahkan untuk mengamankan area dalam gedung, sementara para tamu diperbolehkan keluar namun tidak diizinkan kembali masuk. Pengamanan di luar lokasi juga diperketat secara signifikan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio, bersama jajaran pemerintahan lainnya.

Setelah situasi mulai terkendali, acara sempat direncanakan untuk dilanjutkan. Staf hotel terlihat kembali merapikan meja dan mempersiapkan peralatan, termasuk teleprompter untuk pidato Trump yang sempat tertunda. Namun suasana masih menyisakan kepanikan, dengan pecahan piring dan gelas berserakan di area ballroom.

Baca Juga: Viral Keluhan Konsumen di Showroom BYD Bali, Denza BIPO Denpasar Beri Klarifikasi hingga Layangkan Somasi

Di luar hotel, aparat keamanan dan Garda Nasional memenuhi area sekitar, sementara helikopter berputar di atas lokasi. Keamanan di sekitar hotel diperketat secara besar-besaran untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan.

Selama ini, hotel Washington Hilton yang rutin menjadi lokasi acara tetap dibuka untuk umum saat jamuan berlangsung, dengan fokus pengamanan lebih difokuskan pada area ballroom. Kondisi tersebut kerap menimbulkan celah gangguan di area publik, termasuk aksi protes di masa lalu.

Jaksa Amerika Serikat Jeanine Pirro melalui sebuah video singkat menyampaikan bahwa dirinya telah dievakuasi dari ballroom setelah suara tembakan terdengar. Ia juga menyebut bahwa Secret Service kini mengambil alih pengamanan gedung, serta pejabat kota termasuk Wali Kota Muriel Bowser dan Kepala Kepolisian Jeffery Carroll sedang menuju lokasi untuk menangani situasi.

Insiden ini menjadi sorotan serius terkait keamanan acara besar di pusat pemerintahan Amerika Serikat, sekaligus memaksa Presiden Trump menunda agenda pentingnya di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.

x|close