Suami Bunuh Istri di NTT Usai Gegara Kesal saat Dimintai Uang untuk Beli Seragam Sekolah Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 11:33
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Pembunuhan Ilustrasi Pembunuhan (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang ibu rumah tangga berinisial OMR alias Orpa (37) tewas setelah ditusuk suaminya sendiri, MLPG alias Marthen (42), di Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (10/6) sekitar pukul 01.00 WITA.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pembunuhan diduga dipicu pertengkaran antara pasangan suami istri tersebut terkait permintaan uang untuk membeli seragam sekolah anak mereka.

Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis menjelaskan, sebelum kejadian korban meminta uang kepada pelaku untuk kebutuhan sekolah anak. Namun, permintaan tersebut memicu perdebatan karena pelaku menyinggung dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp1,4 juta yang menurutnya telah diberikan kepada korban.

Korban disebut tidak mengakui pernah menerima uang bantuan tersebut sehingga keduanya terlibat adu mulut.

"Terjadi cekcok mulut karena perbedaan pendapat terkait uang yang diminta korban. Korban disebut tidak mengakui telah menerima dana bantuan tersebut," kata Paulus dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Baca Juga: Bek Anyar Tottenham Dipanggil Timnas Argentina Gantikan Balerdi

Pertengkaran yang semula hanya berupa perdebatan kemudian berubah menjadi aksi kekerasan. Polisi menduga pelaku mengambil pisau yang berada di dalam kamar dan menggunakannya untuk menyerang istrinya.

"Terjadi tindak pidana KDRT yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku diduga menikam korban menggunakan pisau yang berada di dalam kamar," ujarnya.

Saat insiden berlangsung, anak korban yang berusia 14 tahun mendengar suara erangan dari dalam kamar. Remaja tersebut kemudian berlari keluar rumah untuk meminta bantuan kepada tetangga bernama Albertina Teni.

Warga yang datang berusaha memberikan pertolongan, namun tidak dapat masuk karena pintu kamar terkunci dari dalam. Polisi menyebut warga juga sempat mendengar pelaku mengancam agar tidak ada yang mendekat karena dirinya masih memegang senjata tajam.

Beberapa saat kemudian, pelaku keluar dari kamar dan mendatangi rumah tetangga. Di hadapan warga, ia mengakui telah membunuh istrinya.

Baca Juga: BMW Siapkan iM3, Sedan Listrik M Berperforma Buas yang Siap Menggebrak Le Mans

"Pelaku kemudian menyerahkan diri dan langsung diamankan oleh anggota kepolisian," kata Paulus.

Dari hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga berkaitan dengan pertengkaran mengenai permintaan uang untuk kebutuhan seragam sekolah anak mereka.

Polres Sabu Raijua telah mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau bergagang kayu berwarna hitam dengan panjang sekitar 19 sentimeter yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Sementara itu, pemeriksaan medis yang dilakukan tim UPTD Puskesmas Seba menemukan luka tusuk pada bagian dada kiri korban. Selain itu, terdapat luka pada jari tengah tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan yang diduga muncul ketika korban berusaha menangkis serangan pelaku.

Kasus tersebut kini masih ditangani Satreskrim Polres Sabu Raijua untuk kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

x|close