Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat, 1 Mei 2026 menyatakan dengan bangga bahwa Angkatan Laut AS bertindak “seperti perompak” dalam operasi blokade terhadap pelabuhan Iran, di saat konflik dengan negara tersebut mendekati batas waktu legal 60 hari.
"Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump dalam sebuah acara di Florida pada Jumat.
"Kami seperti perompak. Kami memang agak mirip perompak, tetapi kami tidak main-main," kata Trump.
Pada hari yang sama, Trump juga menyampaikan kepada anggota parlemen AS bahwa perang melawan Iran telah “berakhir,” sebagai upaya meredakan perdebatan terkait perlunya persetujuan Kongres terhadap operasi militer tersebut, sebagaimana dilaporkan Politico.
Baca Juga: Trump Kecam Pihak yang Nilai AS Tak Menang Perang Lawan Iran
Mengacu pada Resolusi Kewenangan Perang 1973, presiden AS diwajibkan mengakhiri penggunaan kekuatan militer dalam waktu 60 hari setelah pemberitahuan kepada Kongres, kecuali mendapat persetujuan untuk memperpanjangnya.
Amerika Serikat bersama Israel diketahui meluncurkan operasi militer besar terhadap Iran pada 28 Februari. Pemerintahan Trump kemudian secara resmi memberi tahu Kongres pada 2 Maret, sehingga tenggat waktu 60 hari berakhir pada 1 Mei.
Sementara itu, pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi, pada Sabtu, 2 Mei 2026 menyatakan bahwa kemungkinan pecahnya kembali konflik bersenjata masih sangat besar, seperti dilaporkan oleh Fars News Agency.
Baca Juga: Zionis Israel Tahan 2 Aktivis Armada Bantuan Gaza
Menurut pernyataan dari Departemen Pertahanan AS, Angkatan Laut AS telah mencegat dan menaiki dua kapal tanker minyak di Samudra Hindia pada 20 dan 22 April. Kedua kapal tersebut diduga mengangkut minyak asal Iran.
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pers di South Lawn Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026.(Foto oleh Li Yuanqing/Xinhua)” (Antara)