Ntvnews.id, Tel Aviv - Otoritas Israel menyatakan telah menahan dua dari 175 aktivis armada kapal Global Sumud Flotilla yang tengah membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Kedua aktivis tersebut dilaporkan dibawa ke Israel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Melalui unggahan di platform X, Kementerian Luar Negeri Israel mengidentifikasi kedua aktivis itu sebagai Saif Abu Keshek yang dituduh memiliki hubungan dengan “organisasi teroris”, serta Thiago Avila yang disebut melakukan “aktivitas ilegal”.
Sementara itu, para aktivis lain yang sempat ditahan setelah Angkatan Laut Israel mencegat armada di perairan internasional dekat Pulau Kreta pada Kamis, disebut akan diturunkan di wilayah Yunani setelah memperoleh persetujuan dari otoritas Athena.
Kementerian Luar Negeri Israel juga mengklaim bahwa Dewan Perdamaian dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan bahwa seluruh aktivitas kemanusiaan di Gaza berada di bawah kewenangan lembaga tersebut.
Pemerintah Israel turut menuduh kelompok Hamas berada di balik armada bantuan tersebut.
Baca Juga: Relawan Global Sumud Flotilla yang Ditahan Israel Lakukan Mogok Makan
"Armada yang dipimpin Hamas ini adalah provokasi lain yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari penolakan Hamas untuk melucuti senjata, dan untuk melayani kepentingan humas para provokator profesional. Israel tidak akan membiarkan pelanggaran blokade laut yang sah di Gaza," tegas pihak kementerian.
Armada yang terdiri atas 58 kapal itu diketahui berlayar dari Barcelona dan masih berada lebih dari 600 mil dari perairan Gaza ketika 22 kapal di antaranya dicegat dan disita.
Pihak Global Sumud Flotilla menuduh pasukan Israel mengarahkan senjata kepada para relawan, merusak mesin kapal, serta menghancurkan perangkat navigasi sebelum meninggalkan armada tersebut.
Mereka menilai tindakan itu sengaja dilakukan untuk membuat ratusan warga sipil terdampar di jalur badai besar yang sedang mendekat, ditambah dengan terputusnya akses komunikasi darurat.
Aktivis Koalisi Freedom Flotilla kembali melancarkan upaya untuk menembus blokade Israel atas Jalur Gaza (Ist)
Aksi Israel di perairan internasional tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara, termasuk Italia dan Turki.
Dalam pernyataan bersama, Brasil, Pakistan, Spanyol, Malaysia, dan Afrika Selatan mengecam insiden tersebut sebagai “serangan Israel” terhadap misi kemanusiaan damai.
Mereka menilai penahanan terhadap para aktivis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Baca Juga: Israel Tahan 223 Aktivis Internasional dari Armada Sumud Flotilla Menuju Gaza
Meski mendapat banyak kritik, Departemen Luar Negeri AS justru mendukung klaim Israel. Washington mengidentifikasi penyelenggara armada tersebut sebagai Popular Conference for Palestinians Abroad (PCPA), yang telah dikenai sanksi oleh Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS pada Januari lalu karena dianggap beroperasi atas arahan Hamas.
Amerika Serikat juga menuduh misi Global Sumud Flotilla sengaja dirancang untuk mengganggu rencana perdamaian Gaza yang diusung Presiden AS Donald Trump, serta mendukung Iran dan kelompok proksinya seperti Hamas dan Hizbullah.
Kapal-kapal yang ikut bergabung dalam misi Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. (ANTARA)