Israel Cegat Kapal Bantuan Gaza, PM Malaysia Meradang!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal-kapal yang tergabung dalam Flotila Global Sumud (GSF) bersiap untuk berlayar menuju Gaza, Palestina dari pulau Syros, Yunani, Minggu (14/9/2025). Kapal-kapal yang tergabung dalam Flotila Global Sumud (GSF) bersiap untuk berlayar menuju Gaza, Palestina dari pulau Syros, Yunani, Minggu (14/9/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Pasukan Israel kembali mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza dan menahan para aktivis yang berada di dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF).

Dalam pernyataan resminya, GSF menuduh Israel melakukan penculikan terhadap warga sipil serta mengambil tindakan yang dinilai berbahaya di perairan internasional.

"Tindakan Israel menandai eskalasi yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya, penculikan warga sipil di tengah Laut Mediterania, lebih dari 600 mil (sekitar 1.000 km) dari Gaza, di hadapan seluruh dunia," demikian rilis GSF, dikutip NPR, Jum'at, 1 Mei 2026.

Armada bantuan kemanusiaan tersebut diketahui berangkat dari Barcelona. Berdasarkan informasi di situs resmi GSF, misi itu melibatkan 65 kapal dan diikuti ratusan peserta dari 70 negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Menurut data pelacakan kapal yang dipublikasikan GSF, sebanyak 28 kapal telah dicegat di perairan internasional sebelah barat Kreta, sementara kapal lainnya masih melanjutkan pelayaran hingga Kamis sore.

Baca Juga: Freedom Flotilla Kerahkan Konvoi 11 Kapal Tambahan Menuju Gaza

Pemerintah Israel sendiri tidak membantah bahwa mereka membawa para penumpang kapal tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut sekitar 175 aktivis dari sekitar 20 kapal telah dibawa ke Israel.

Di antara para aktivis yang ditahan terdapat sejumlah warga Malaysia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras tindakan Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Arsip foto - Peserta yang tergabung dalam Global Peace Convoy membawa poster dukungan saat aksi mengawal Global Sumud Flotilla di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (3/10/2025). Aksi tersebut menuntut pembebasan para aktivis Global  <b>(ANTARA)</b> Arsip foto - Peserta yang tergabung dalam Global Peace Convoy membawa poster dukungan saat aksi mengawal Global Sumud Flotilla di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (3/10/2025). Aksi tersebut menuntut pembebasan para aktivis Global (ANTARA)

"Saya mengutuk tindakan keji rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional," kata Anwar melalui akun X.

Ia menilai tindakan Israel bertentangan dengan hukum laut internasional serta nilai-nilai kemanusiaan universal. Anwar juga mendesak komunitas internasional segera bertindak demi memastikan keselamatan para aktivis yang ditahan, termasuk warga Malaysia.

"Malaysia mendesak agar semua pihak bertindak segera dan memastikan tak ada kekerasan terhadap semua para aktivis, termasuk 10 rakyat Malaysia yang kini ditahan dan putus komunikasi," jelas Anwar.

"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi." pungkasnya.

x|close