Ntvnews.id, Gaza - Pasukan Israel menyerang prosesi pemakaman dua warga Palestina di Desa Al-Mughayir. Serangan tersebut melibatkan penggunaan gas air mata hingga peluru tajam, di tengah meningkatnya aksi kekerasan pemukim Israel terhadap warga sipil.
DIlansir dari Reuters, Jumat, 24 April 2026, prosesi penguburan dua warga Palestina yang berlangsung pada Rabu waktu setempat berubah menjadi kerusuhan. Pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan warga yang tengah mengiringi jenazah.
Baca Juga: Erdogan Kecam Hukuman Mati Tahanan Palestina, Samakan dengan Tindakan Hitler
Dua korban yang dimakamkan diketahui merupakan seorang pelajar berusia 14 tahun dan seorang pria berusia 32 tahun. Keduanya meninggal dunia akibat serangan pemukim Israel terhadap sebuah sekolah pada Selasa sebelumnya.
Menurut data kantor berita Palestina, sepanjang bulan Maret tercatat lebih dari 1.300 serangan yang dilakukan oleh militer Israel, serta sekitar 500 serangan oleh pemukim. Wilayah Hebron, Nablus, dan Ramallah tercatat sebagai daerah dengan tingkat serangan paling tinggi.
Sejumlah warga Palestina membawa tiga jenazah kerabat mereka yang tewas dalam serangan pemukim Israel di kota Kafr Malik, Ramallah, Tepi Barat tengah, Palestina, Kamis (26/6/2025). (ANTARA/Xinhua/Ayman Nobani/aa.) (Antara)