Korban Jiwa Agresi di Gaza Tembus 72 Ribu, Ribuan Masih Terjebak di Reruntuhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 06:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Petugas penyelamat berupaya memadamkan api pada sebuah kendaraan terbakar setelah terkena serangan udara Israel yang menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera, di Kota Gaza, Palestina, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nym. Petugas penyelamat berupaya memadamkan api pada sebuah kendaraan terbakar setelah terkena serangan udara Israel yang menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera, di Kota Gaza, Palestina, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nym. (Antara)

Ntvnews.id, Gaza - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 dilaporkan terus meningkat hingga mencapai 72.549 orang. Selain itu, sebanyak 172.274 orang lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan keterangan sumber medis setempat.

Dalam laporan terbaru, fasilitas kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir mereka telah menerima delapan jenazah warga Palestina serta 24 orang yang mengalami luka akibat rentetan serangan yang masih berlangsung.

Baca Juga: LIVE Report Nusantara TV dari Mesir: Israel Hambat Penyaluran Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Gaza

Sejak gencatan senjata pada 11 Oktober, angka korban jiwa kembali meningkat dengan catatan 773 orang meninggal dunia dan lebih dari 2.171 orang lainnya terluka dalam periode tersebut.

Selain itu, sebanyak 761 jenazah warga Palestina dilaporkan berhasil ditemukan sejak gencatan senjata diberlakukan.

Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih sangat memprihatinkan. Disebutkan bahwa masih banyak warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan maupun tergeletak di jalan-jalan akibat keterbatasan akses evakuasi.

Namun, upaya penyelamatan menghadapi kendala besar di lapangan.

Baca Juga: Krisis Pangan di Gaza Palestina Kian Memburuk!

"Disebutkan pula bahwa ribuan warga Palestina masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan."

Petugas darurat disebut kesulitan menjangkau para korban karena minimnya peralatan berat untuk membersihkan puing-puing serta terbatasnya kemampuan operasi penyelamatan di lokasi terdampak.

(Sumber: Antara)

x|close