Ntvnews.id
UKMTO menyebutkan bahwa kondisi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil, dengan aktivitas militer yang terus berlangsung dan berpotensi menimbulkan ancaman bagi pelayaran komersial.
Insiden pertama melibatkan sebuah kapal tanker yang didekati oleh dua kapal cepat (gunboat) milik Islamic Revolutionary Guard Corps di sekitar 20 mil laut timur laut Oman.
Baca Juga: 2 Kapal Bersiap Melintasi Selat Hormuz, PIS Prioritaskan Keselamatan dan Keamanan
Dalam laporan tersebut, nakhoda kapal menyatakan bahwa kedua kapal tersebut melepaskan tembakan ke arah tanker tanpa adanya peringatan melalui radio VHF.
Meski demikian, kapal tanker dan seluruh awak dilaporkan dalam kondisi selamat.
Insiden kedua terjadi pada kapal kontainer yang terkena serangan proyektil tak dikenal di sekitar 25 mil laut timur laut Oman.
Akibatnya, sejumlah kontainer mengalami kerusakan, namun tidak dilaporkan adanya kebakaran maupun dampak terhadap lingkungan.
Baca Juga: Prabowo Lantik Andi Rahadian sebagai Dubes RI untuk Oman dan Yaman
Sementara itu, insiden ketiga terjadi ketika sebuah kapal komersial melaporkan adanya percikan air di dekat kapal saat melintas sekitar 3 mil laut di sebelah timur Oman.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait kerusakan atau potensi ancaman dari kejadian tersebut.
UKMTO mengimbau seluruh kapal yang melintasi kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan pelayaran.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa (Antara)