Trump Akui Kesepakatan AS–Iran Belum Pasti Tercapai di Tengah Ketegangan yang Berlanjut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 16:49
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara pemberian Medali Kehormatan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2026. ANTARA/Kyle Mazza/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara pemberian Medali Kehormatan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2026. ANTARA/Kyle Mazza/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa peluang tercapainya kesepakatan final dengan Iran masih belum dapat dipastikan, meski komunikasi antara kedua negara masih terus berlangsung.

Dalam pernyataannya di hadapan para pendukungnya di Las Vegas pada Kamis, Trump menyebut bahwa proses perundingan masih belum menghasilkan keputusan akhir.

“Kami belum mencapai kesepakatan. Mungkin saja tidak akan tercapai,” kata Trump.

Meski demikian, ia tetap menyampaikan optimisme bahwa perkembangan situasi dalam waktu dekat dapat membawa hasil positif, termasuk kemungkinan penurunan harga minyak dan bensin di pasar global.

Baca Juga: Trump Klaim Iran Siap Serahkan Uranium yang Diperkaya ke AS

Trump juga kembali menegaskan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran akan segera terselesaikan, meskipun tidak memberikan batas waktu yang jelas mengenai penyelesaian tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, ia menyebut adanya kemungkinan pertemuan lanjutan antara Washington dan Teheran yang dapat digelar pada akhir pekan ini, seiring masih berlangsungnya gencatan senjata antara kedua pihak.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan di Islamabad pada 11 April setelah sebelumnya menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April menyatakan bahwa perundingan tersebut tidak membuahkan hasil dan delegasi Amerika Serikat kembali tanpa kesepakatan.

Ketegangan semakin meningkat setelah Angkatan Laut AS pada 13 April mulai menerapkan blokade terhadap seluruh jalur pelayaran yang keluar masuk pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Lebanon, Menteri Israel Murka ke Netanyahu

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, termasuk produk minyak bumi dan gas alam cair.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa kapal non-Iran masih diperbolehkan melintasi kawasan tersebut selama tidak membayar biaya kepada Teheran. Sementara itu, pihak Iran hingga kini belum mengumumkan kebijakan resmi terkait rencana pungutan di wilayah tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close