Ntvnews.id, London - Sejumlah pemimpin Eropa menyampaikan respons positif atas kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, sembari mendorong langkah lanjutan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut kesepakatan tersebut sebagai “sebuah kelegaan,” namun menekankan pentingnya solusi jangka panjang.
“Kita tidak hanya membutuhkan jeda sementara, tetapi jalur menuju perdamaian permanen. Eropa akan terus menyerukan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon,” ujar Von der Leyen, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 17 April 2026.
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyebut kesepakatan tersebut sebagai “kabar yang sangat baik,” serta menegaskan pentingnya implementasi nyata di lapangan.
“Izinkan Israel dan Lebanon terlibat dalam negosiasi bermakna yang menghasilkan hasil konkret demi rakyat mereka dan prospek perdamaian berkelanjutan,” kata Costa.
Baca Juga: IMF: Uni Eropa Terancam Resesi Akibat Konflik Timur Tengah
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga menyambut perkembangan ini sebagai “kabar baik,” dengan harapan gencatan senjata dapat membuka jalan bagi perundingan yang lebih produktif.
Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menilai kesepakatan ini harus dibuktikan melalui implementasi di lapangan dan menjadi langkah awal penting setelah berminggu-minggu konflik.
Senada, Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong perdamaian jangka panjang.
“Kekerasan dan penderitaan warga sipil harus dihentikan,” ujar Eide.
Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sa??rkaya/pri. (Antara)
Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger menyebut gencatan senjata ini sebagai harapan baru yang harus dijaga agar berujung pada proses politik yang berkelanjutan.
Hal serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna yang menilai langkah ini penting untuk meredakan ketegangan dan membuka peluang ke depan.
Pemerintah Portugal melalui kementerian luar negerinya juga menyatakan kesepakatan ini sebagai langkah penting untuk mengurangi penderitaan rakyat Lebanon dan memperkuat stabilitas kawasan.
Baca Juga: Uni Eropa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris
Sementara itu, pemerintah Swiss menyerukan semua pihak agar menghormati kesepakatan tersebut serta memanfaatkan momentum ini untuk mencapai solusi politik jangka panjang dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan Lebanon.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan yang dimediasi Amerika Serikat antara delegasi kedua negara di Departemen Luar Negeri di Washington pada Selasa.
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). (ANTARA)