Ntvnews.id
"Saya baru saja berbicara dengan Sekretaris Jenderal, yang mengatakan dengan jelas menyambut baik langkah-langkah yang akan mengakhiri permusuhan dan penderitaan di kedua sisi garis biru," kata Dujarric selama konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa PBB melalui berbagai misi politik dan perdamaian akan terus berperan aktif dalam mendukung upaya-upaya menuju stabilitas di kawasan tersebut.
"Dujarric menambahkan bahwa PBB, melalui misi politik dan perdamaian akan terus mendukung upaya-upaya menuju perdamaian."
Baca Juga: Sekjen PBB Desak Lanjutan Negosiasi AS-Iran, Tekankan Tak Ada Solusi Militer
Sebelumnya, pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati dimulainya gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada Kamis, 16 April 2026 malam sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian.
Trump juga disebut berencana mengundang kedua pemimpin tersebut ke Washington guna melakukan pembicaraan lanjutan yang lebih substansial.
Selain itu, Dujarric turut mengonfirmasi laporan terkait penghancuran jembatan di wilayah selatan Lebanon, tepatnya di atas Sungai Litani. Ia memperingatkan bahwa insiden tersebut menyebabkan lebih dari 100 ribu warga terisolasi.
Baca Juga: PBB Serukan Solusi Damai, Tolak Jalan Militer di Konflik Timur Tengah
"Serangan hari ini di Jembatan Qasmiya, yang merupakan jalur penting menuju Tyre melintasi Sungai Litani, telah semakin memutus akses ke daerah-daerah di selatan sungai tersebut, dan hal itu berdampak pada lebih dari 106.000 orang karena hanya satu penyeberangan yang tersedia saat ini," tambah Dujarric.
Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pesawat Israel melakukan dua kali serangan terhadap jembatan tersebut.
Selain itu, drone Israel juga menyerang kendaraan di sekitar lokasi sebelum serangan udara yang dilaporkan menewaskan satu orang.
(Sumber: Antara)
Kerusakan akibat serangan tentara Israel terhadap kota Arab Salim di Kegubernuran Nabatieh, Lebanon selatan pada 9 April 2026. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada bangunan dan kendaraan di lokasi sasaran. ANTARA/Ahmad Kaddoura/Anadolu/pri. (Antara)