Menteri Israel Geram, Netanyahu Umumkan Gencatan Senjata Lebanon Tanpa Persetujuan Kabinet

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 12:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Sejumlah menteri dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan kecewa dan marah terkait pengumuman gencatan senjata di Lebanon yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dilansir dari Anadolu, Jumat, 17 April 2026, Netanyahu disebut hanya menginformasikan keputusan tersebut kepada kabinet keamanannya melalui sambungan telepon pada Kamis, 16 April 2026, tanpa melalui mekanisme pemungutan suara seperti yang lazim dilakukan.

Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa komunikasi via telepon itu berlangsung singkat, hanya beberapa menit, dan terbatas pada penyampaian informasi kepada para menteri terkait keputusan gencatan senjata tersebut.

Dalam laporan yang sama disebutkan, Netanyahu menyampaikan bahwa gencatan senjata akan mulai berlaku pada tengah malam Kamis, 16 April 2026 atas permintaan Trump, sementara pasukan Israel tetap berada di posisi mereka.

Yedioth Ahronoth juga mencatat bahwa para menteri Israel merasa “marah” karena tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkait pengumuman tersebut.

Baca Juga: Trump Umumkan Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari

Sementara itu, laporan dari televisi publik Israel, KAN, menyebut Netanyahu tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan penjelasan rinci kepada jajaran kabinetnya mengenai isi kesepakatan tersebut.

Kritik juga datang dari kubu oposisi. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyampaikan kecaman keras terhadap langkah tersebut. "Ini bukan pertama kalinya janji pemerintahan ini gagal di kenyataan," ujarnya melalui media sosial X.

Tokoh oposisi lainnya, Avigdor Lieberman, yang memimpin Partai Yisrael Beiteinu, turut melontarkan kritik. "Gencatan senjata di Lebanon adalah pengkhianatan terhadap penduduk di wilayah Israel bagian utara," tegasnya.

Trump sebelumnya, pada Kamis pagi waktu AS, mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.

Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. <b>(Antara)</b> Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. (Antara)

"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST," kata Trump dalam pengumuman via Truth Social.

Pengumuman tersebut muncul setelah adanya pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington DC yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga: VIDEO: Mobil Terbakar di Tol Cikampek

Lebanon sendiri telah terlibat dalam konflik kawasan sejak 2 Maret, setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap Israel.

Sejak saat itu, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi di Lebanon. Pasukan darat Israel juga dikerahkan ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan kedua negara.

x|close