Indonesia dan 9 Negara Serukan Penghentian Konflik Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 06:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Asap mengepul di atas wilayah Dahieh di Beirut, Lebanon setelah pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di distrik tersebut pada 11 Maret 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. Asap mengepul di atas wilayah Dahieh di Beirut, Lebanon setelah pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di distrik tersebut pada 11 Maret 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia bersama sembilan negara lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti kekhawatiran serius terhadap memburuknya kondisi kemanusiaan serta meningkatnya krisis pengungsian di Lebanon.

Dilansir dari AFP, Kamis, 16 April 2026, Koalisi tersebut terdiri dari Australia, Brasil, Kanada, Kolombia, Indonesia, Jepang, Yordania, Sierra Leone, Swiss, dan Inggris.

Meski menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, negara-negara tersebut mendesak agar konflik di Lebanon dapat segera dihentikan secara menyeluruh.

Dalam pernyataan itu, koalisi menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil sesuai dengan hukum internasional. Mereka juga mengingatkan adanya peningkatan risiko terhadap keselamatan para pekerja kemanusiaan di wilayah konflik.

Baca Juga: Dari Memulung ke Sekolah Rakyat, Fikri Temukan Lagi Senyum dan Harapan Baru

“Serangan yang mengancam keselamatan dan keamanan personel kemanusiaan harus dihentikan. Hukum humaniter internasional harus ditegakkan oleh semua pihak yang berkonflik dalam segala situasi,” demikian pernyataan tersebut, dikutip Yeni Safak, Rabu, 15 April 2026.

Sorotan pada Insiden Pasukan PBB

Negara-negara penandatangan juga mengecam keras insiden yang menyebabkan tewasnya pasukan penjaga perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta meningkatnya ancaman terhadap para pekerja bantuan di wilayah Lebanon selatan.

Mereka menuntut adanya pertanggungjawaban serta penegakan hukum atas setiap pelanggaran hukum internasional yang terjadi.

Ilustrasi - Bendera PBB. <b>(ANTARA/Anadolu)</b> Ilustrasi - Bendera PBB. (ANTARA/Anadolu)

Pernyataan tersebut turut merujuk pada Deklarasi Perlindungan Personel Kemanusiaan yang diluncurkan pada September 2025 dan telah didukung oleh lebih dari 100 negara. Melalui deklarasi ini, negara-negara berkomitmen memastikan para pekerja kemanusiaan dapat menjalankan tugas tanpa menghadapi risiko keselamatan yang tinggi.

Pernyataan bersama ini disampaikan di tengah berlangsungnya pembicaraan langsung antara Israel dan Lebanon di Washington, yang menjadi pertemuan pertama dalam lebih dari tiga dekade, serta masih berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon selatan.

Konflik tersebut dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 2.000 korban jiwa dan memaksa sekitar satu juta orang mengungsi dari tempat tinggal mereka.

x|close