Ntvnews.id
Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita semi-resmi Fars, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak melakukan peluncuran apa pun selama masa gencatan senjata.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini,” demikian isi pernyataan tersebut.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 50 Persen bagi Negara Pemasok Senjata ke Iran
IRGC juga menyebut bahwa jika laporan mengenai serangan tersebut benar, maka hal itu kemungkinan merupakan tindakan pihak lain yang mereka sebut sebagai “musuh Zionis” atau Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Korps Garda Revolusi Islam menegaskan bahwa setiap operasi militer yang dilakukan Iran akan diumumkan secara terbuka kepada publik.
“Setiap tindakan yang tidak tercantum dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada kaitannya dengan kami,” tambahnya.
Baca Juga: Iran Setujui Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata Disahkan Pemimpin Tertinggi
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran pada Selasa 7 April 2026 mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan sebagai langkah menuju kesepakatan yang lebih luas untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Namun, terdapat perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata tersebut. Iran dan Pakistan menyatakan kesepakatan itu mencakup Lebanon, sementara pihak Israel membantah hal tersebut.
(Sumber: Antara)
Massa ikut serta dalam demonstrasi menentang aksi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta negara-negara lain, di luar stasiun kereta utama di Berlin, Jerman, Minggu (5/4/2026). /ANTARA/Xinhua/Zhang Haofu/aa. (Antara)