Iran Tetapkan Jalur Alternatif di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis, 9 April 2026, mengumumkan penetapan rute pelayaran alternatif di Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons atas potensi ancaman ranjau laut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Dilansir dari Al Arabiya, Jumat, 10 Aril 2026, Angkatan Laut IRGC menyebut kondisi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz berada dalam kategori rawan, bahkan memperingatkan adanya situasi perang serta kemungkinan keberadaan ranjau laut di jalur pelayaran utama. Hal ini disampaikan berdasarkan laporan dari Mehr News Agency yang juga menyertakan peta rute alternatif tersebut.

Dalam kebijakan terbaru itu, seluruh kapal yang melintasi jalur strategis tersebut diwajibkan mengikuti rute yang telah ditentukan sampai ada pemberitahuan lanjutan. Selain itu, kapal-kapal juga diminta untuk berkoordinasi dengan Angkatan Laut IRGC guna menjamin keselamatan pelayaran dan menghindari risiko ranjau laut.

"Mengingat kondisi perang di Teluk dan Selat Hormuz serta potensi ranjau laut di jalur utama, semua kapal harus mematuhi rute navigasi alternatif," kata AL IRGC dalam pernyataannya.

Baca Juga: Trump Pertimbangkan Skema Patungan AS-Iran untuk Pungut Biaya Kapal di Selat Hormuz

Untuk arus kapal yang masuk, jalur pelayaran diarahkan ke utara dari Teluk Oman, melintasi Pulau Larak, sebelum melanjutkan perjalanan ke Teluk.

Sementara itu, untuk kapal yang keluar, rute dimulai dari Teluk dengan melintasi sisi selatan Pulau Larak, kemudian menuju Teluk Oman.

Kondisi di Selat Hormuz hingga kini masih berfluktuasi, menyusul penutupan penuh oleh Iran yang kemudian dilonggarkan secara terbatas setelah diumumkannya gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus dilakukan. Sumber dari pemerintah Pakistan menyebutkan bahwa delegasi dari AS dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan "langsung" di Islamabad guna mencapai "gencatan senjata permanen" dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Perundingan tersebut direncanakan dimulai pada Sabtu dan diperkirakan berlangsung lebih dari satu hari.

x|close