Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa situasi di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut konflik yang melibatkan Hizbullah sebagai persoalan yang berbeda.
"Ya, mereka (Lebanon) tidak termasuk dalam kesepakatan itu, karena ada Hizbullah. Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan itu. Itu juga akan diurus," kata Trump kepada PBS News menjawab pertanyaan mengapa Lebanon masih menjadi sasaran serangan.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai sikapnya terhadap serangan Israel terhadap kelompok tersebut, Trump menilai bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari konflik tersendiri yang tidak berkaitan langsung dengan kesepakatan utama.
Baca Juga: Israel Gempur Lebanon di Tengah Gencatan Senjata Iran-AS, 254 Orang Tewas dan 1.165 Luka-luka
Ketika ditanya lebih lanjut apakah ia menyetujui Israel melanjutkan serangannya terhadap milisi tersebut, Trump mengklaim bahwa itu adalah bagian dari "pertempuran kecil yang terpisah".
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan dimulainya gelombang serangan besar terhadap target Hizbullah di Lebanon, yang disebut sebagai salah satu eskalasi terbesar sejak konflik meningkat.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Gencatan Senjata Bubar Gegara Israel Serang Lebanon
Sebelumnya, Tasnim News Agency melaporkan bahwa Iran berpotensi keluar dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat apabila Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon. Laporan lain dari Fars News Agency menyebutkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sebagai respons atas perkembangan tersebut.
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Senin (6/4/2026). ANTARA/Xinhua/Li Yuanqing/aa. (Antara)