Ntvnews.id, Taheran - Ketegangan di kawasan Timur Tengah mulai mereda setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Kesepakatan ini disambut antusias oleh warga di pusat kota Teheran yang turun ke jalan untuk merayakan apa yang mereka anggap sebagai 'kemenangan awal'.
Dilansir dari AFP, Kamis, 9 April 2026, kesepakatan penghentian sementara konflik tersebut terjadi setelah Amerika Serikat menyetujui 10 syarat yang diajukan Iran dalam kerangka menuju perdamaian sementara.
Di sisi lain, komunikasi dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran terus dilakukan secara intensif. Hingga kini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) belum menyampaikan informasi terbaru terkait kemungkinan pelaksanaan evakuasi tahap ketiga.
Walaupun situasi terlihat lebih kondusif, KBRI di Teheran masih menetapkan status siaga tinggi. Seluruh WNI diimbau untuk menjauhi lokasi-lokasi strategis seperti fasilitas militer dan industri, serta menghindari kerumunan di ruang publik.
Langkah kewaspadaan ini tetap diberlakukan karena belum ada kepastian bahwa kesepakatan gencatan senjata akan berjalan lancar hingga masa dua pekan berakhir.
Baca Juga: Kilang Minyak Pulau Lavan Diserang, Iran Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Pemerintah Iran sendiri menegaskan sikapnya tetap tegas, yakni menuntut agar pihak yang dianggap sebagai agresor menghentikan serangan secara permanen. Teheran juga memperingatkan tidak akan tinggal diam apabila terjadi provokasi lanjutan.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa gencatan senjata tidak berarti berakhirnya perlawanan. Jika terjadi pelanggaran sekecil apa pun, militer Iran siap merespons dengan kekuatan penuh.
Sementara itu, sebuah proyektil yang diluncurkan Iran sempat terlihat di langit Tel Aviv, Israel. Meski sebagian besar berhasil dicegat, beberapa wilayah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Iran menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari respons atas eskalasi sebelumnya, sekaligus kemungkinan sisa operasi militer sebelum kesepakatan gencatan senjata mulai diberlakukan.
Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)