Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyambut baik tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, pihaknya mengapresiasi capaian tersebut.
Ia berharap kesepakatan tersebut tidak hanya bersifat sementara, namun dapat berkembang menjadi perdamaian yang permanen.
“Kita menyambut baik gencatan senjata ini dan berharap dapat terus berlanjut secara permanen. Dunia membutuhkan stabilitas, dan yang lebih penting adalah tidak ada lagi negara yang melakukan agresi terhadap negara lain,” ujar Sukamta, Kamis, 9 April 2026.
“Gencatan senjata ini adalah langkah positif, namun harus diiringi komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk dalam bentuk tekanan ekonomi dan energi yang dapat merugikan masyarakat global,” imbuhnya.
Ia mengatakan, beberapa gencatan senjata yang terjadi sebelumnya yang melibatkan Israel menyisakan catatan penting bahwa Israel sering melanggar kesepakatan yang sudah ada, baik di Palestina maupun di Lebanon. Perkembangan terakhir, kata Sukamta, ratusan jiwa tewas akibat agresi Israel ke Lebanon pada Rabu, 7 April 2026 pada saat gencatan senjata antara AS dengan Iran.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita bahwa Israel sering tidak berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat. Ini bahaya bagi perwujudan perdamaian kawasan. Pihak-pihak terkait, khususnya Presiden Trump, harus memastikan Israel untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” jelas dia.
Ia menyatakan bahwa dinamika konflik global saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Konflik tidak lagi semata berbasis kekuatan militer, tetapi telah bergerak menuju tekanan sistemik pada sektor energi dan ekonomi global. Dalam konteks ini, kawasan strategis seperti Selat Hormuz memiliki peran krusial terhadap stabilitas dunia.
Sukamta menegaskan bahwa Indonesia memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas global, mengingat dampak konflik sangat terasa pada sektor energi, perdagangan, dan daya beli masyarakat. Atas itu, ia mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi aktif dan memainkan peran strategis dalam menjaga perdamaian dunia.
“Pentingnya peran Indonesia di forum internasional seperti ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation, dan United Nations untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta menolak segala bentuk agresi antarnegara,” tuturnya.
Secara khusus, Sukamta menyampaikan harapan besar agar momentum gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk terwujudnya kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
“Kita berharap gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara yang berdaulat,” papar dia.
Di sisi lain, Sukamta mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor energi dan ekonomi, agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global. Menutup pernyataannya, Sukamta kembali menegaskan harapannya agar dunia bergerak menuju perdamaian yang berkeadilan.
“Harapan kita sederhana namun mendasar, gencatan senjata ini dapat berjalan permanen, tidak ada lagi agresi antarnegara, dan hak-hak bangsa Palestina dapat terpenuhi dalam bentuk kemerdekaan yang sah dan diakui dunia,” tandasnya.
Sukamta Wakil Ketua Komisi I DPR RI (ANTARA)