Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah melakukan antisipasi penyakit dampak dari fenomena El Nino. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, upaya ini penting guna menekan potensi lonjakan kasus penyakit akibat perubahan cuaca ekstrem.
Edy menuturkan, El Nino yang umumnya ditandai dengan musim kemarau berkepanjangan, berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan. Di antaranya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, serta gangguan kesehatan lainnya.
“Kita harus siap sejak awal. Dampak El Nino ini tidak hanya soal kekeringan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan,” ujau Edy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga: Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
Ia menilai penting upaya pencegahan yang proaktif, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sehingga El Nino tidak meluas. Adapun salah satu langkah yang diusulkan adalah memperkuat layanan kesehatan primer di berbagai fasilitas kesehatan.
“Puskesmas dan fasilitas kesehatan harus disiapkan, termasuk tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta alat pelindung seperti masker,” jelas dia.
Edy juga mengusulkan peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat selama musim kemarau. Edukasi meliputi pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Selain itu, koordinasi antarlembaga jadi faktor kunci dalam menghadapi fenomena ini, khususnya antara Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
“Jangan sampai kita terlambat merespons. Mitigasi harus dilakukan sejak dini agar dampaknya dapat diminimalkan,” tandasnya.
Fenomena Godzilla El Nino diperkirakan terjadi pada musim kemarau 2026 dan dapat berdampak terhadap ketersediaan pangan di Indonesia sehingga pemerintah menyiapkan langkah antisipasi.