Israel Dukung Gencatan Senjata AS-Iran, Namun Operasi di Lebanon Berlanjut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 20:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas kedaruratan bekerja di gedung yang terkena rudal Iran di Haifa, Israel, Senin (6/4/2026) Petugas kedaruratan bekerja di gedung yang terkena rudal Iran di Haifa, Israel, Senin (6/4/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Yerusalem - Pemerintah Israel menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, dengan syarat Teheran segera membuka Selat Hormuz serta menghentikan seluruh serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu, 8 April 2026. Meski mendukung upaya deeskalasi tersebut, Israel menegaskan bahwa gencatan senjata itu tidak mencakup wilayah Lebanon.

Baca Juga: PBNU Serukan Persatuan Negara Muslim Hadapi Dinamika Geopolitik dan Hegemoni Israel

Dalam keterangannya, Israel menyebut operasi militer di Lebanon kemungkinan tetap berlanjut. Hal ini berkaitan dengan konflik yang masih berlangsung antara Israel dan Hizbullah sejak awal Maret, yang ditandai dengan serangan udara besar-besaran di Lebanon selatan dan Beirut serta operasi darat di wilayah tersebut.

"Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi AS, Israel, negara-negara Arab tetangga Iran, dan dunia. AS telah memberi tahu Israel bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, yang diyakini bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi mendatang," sebut Kantor PM itu.

Baca Juga: Israel Tuduh Iran Luncurkan Rudal ke Wilayahnya Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada peluang meredanya ketegangan antara AS dan Iran, konflik di kawasan lain, khususnya Lebanon, masih berpotensi berlanjut dan memicu instabilitas regional.

(Sumber: Antara)

x|close