Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim dalam menghadapi dinamika geopolitik global, khususnya terkait hegemoni Israel di kawasan.
Ulil mengingatkan bahwa perpecahan di kalangan umat Islam, terutama yang dipicu isu sektarian seperti Sunni dan Syiah, harus dihindari. Menurutnya, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam memiliki kesamaan sebagai negara Muslim yang seharusnya mengedepankan solidaritas.
“Kita tidak ingin masyarakat Muslim terpecah belah karena isu Sunni-Syiah. Semua negara-negara Muslim yang tergabung di dalam OKI lepas dari mahzab dan ideologinya semua adalah sesama negara Islam dan kita perlu bersatu untuk melawan kesewenang-wenangan negara zionis, yaitu Israel,” kata Ulil di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Ia juga menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, potensi agresi terhadap Iran dapat memperkeruh situasi dan memicu konflik yang lebih luas di antara negara-negara Muslim.
Baca Juga: Rois Aam PBNU: Prabowo Sudah Selesai dengan Dirinya Sendiri, Dalam Pikirannya Hanya Rakyat
Ulil menilai eskalasi konflik tersebut tidak lepas dari upaya menciptakan perpecahan di antara negara-negara Islam. Ia memperingatkan bahwa kondisi saling berhadapan justru akan melemahkan posisi kolektif negara-negara Muslim di tingkat global.
“Saya kira tujuan panjangnya adalah Israel ingin melemahkan seluruh negara-negara Islam yang ada di kawasan, sehingga Israel bisa menjadi kekuatan hegemoni yang dominan di kawasan dan itu berbahaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konflik sektarian tidak memberikan manfaat bagi umat Islam. Sebaliknya, perpecahan justru dinilai menguntungkan pihak-pihak tertentu.
Baca Juga: Mustasyar PBNU Doakan Prabowo: Program Kasih Makan Anak Sekolah Banyak Manfaatnya
“Kita perlu menjaga persatuan negara-negara Muslim di OKI menghindari perpecahan sektarian karena isu Sunni-Syiah. Perpecahan ini tidak membawa keuntungan bagi siapapun kecuali membawa keuntungan bagi Israel,” ujar Ulil.
PBNU pun mengajak seluruh negara anggota OKI untuk menjaga solidaritas dan menghindari konflik berbasis perbedaan mazhab demi menciptakan stabilitas serta memperkuat posisi bersama di kawasan.
(Sumber: Antara)
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla. ANTARA/HO-PBNU. (Antara)