Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 07:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi negara Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi negara Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Iran menyatakan telah menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kemungkinan gencatan senjata dengan Amerika Serikat melalui pihak perantara. Langkah ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington masih terus berlangsung di tengah konflik yang memanas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa tuntutan tersebut dirumuskan berdasarkan kepentingan nasional Iran dan telah disampaikan melalui pihak ketiga.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik yang wajar dalam situasi konflik.

Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Jet Tempur Milik Amerika

“Kami telah menyusun serangkaian tuntutan berdasarkan kepentingan dan pertimbangan kami. Kami tidak malu untuk menyuarakan tuntutan yang sah dan logis,” katanya saat ditanya apakah ada rencana baru untuk mengakhiri perang antara Iran dan AS.

Ia menambahkan bahwa jalur komunikasi melalui perantara tetap aktif dan menjadi mekanisme umum dalam hubungan yang tegang.

“Posisi Iran telah disampaikan melalui perantara,” ucapnya sembari menambahkan bahwa pertukaran pesan melalui pihak ketiga merupakan hal yang wajar dan terus berlangsung.

Baqaei juga menekankan bahwa penyampaian sikap Iran secara terbuka tidak mencerminkan adanya pelemahan posisi.

“Menyampaikan posisi kami dengan cepat dan berani tidak boleh diartikan sebagai langkah mundur,” ujar dia dengan menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan tanggapan dan akan mengumumkannya bila diperlukan.

Baca Juga: Khawatir Kembali Diserang, Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta berdampak pada stabilitas pasar global dan sektor penerbangan.

(Sumber: Antara)

x|close