Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 3 April 2026.
Menurut laporan kantor berita Tasnim yang mengutip pernyataan IRGC, pesawat tempur tersebut ditembak di wilayah tengah Iran hingga hancur. Namun, hingga kini nasib pilot masih belum diketahui.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan Fasilitas PBB di Lebanon
Hingga berita ini beredar, pihak AS belum memberikan respons atau konfirmasi terkait klaim tersebut. Situasi ini menambah ketidakpastian di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan.
Pernyataan terbaru ini menjadi klaim kedua dari Iran terkait penembakan jet tempur F-35 sejak meningkatnya konflik pada akhir Februari 2026.
Baca Juga: Iran Serang Pusat Data Amazon, Infrastruktur Digital Global Kini Jadi Target Perang
Sebelumnya, pada 19 Maret, Iran juga mengaku berhasil menjatuhkan F-35 milik AS. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Washington.
Tidak hanya itu, Iran juga mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-16 milik Israel pada Kamis. Klaim beruntun ini semakin mempertegas eskalasi konflik yang melibatkan beberapa negara di kawasan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi Jet Tempur F-16 TNI AU Mengudara (Istimewa)