Iran Ancam Balasan Dahsyat Jika AS dan Israel Serang Infrastruktur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 06:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Masyarakat menghadiri acara pemakaman di Iran, Teheran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Sha Dati) Masyarakat menghadiri acara pemakaman di Iran, Teheran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Sha Dati) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Panglima tertinggi Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa negaranya siap melancarkan serangan balasan yang besar dan berkelanjutan apabila Amerika Serikat dan Israel menyerang infrastruktur nasional Iran.

Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Fars News Agency pada Sabtu, 4 April 2026, Abdollahi menyebut bahwa respons Iran akan menargetkan seluruh aset militer AS di kawasan Asia Barat serta infrastruktur milik Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang berakhirnya tenggat waktu 10 hari yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, yang dijadwalkan berakhir pada Senin, 6 April 2026.

"Setelah menerima kekalahan beruntun, Presiden AS (Donald Trump-red) yang agresif dan gemar berperang itu, dalam langkah yang putus asa, gugup, tidak seimbang, dan gegabah, mengancam (untuk menargetkan) infrastruktur serta aset-aset nasional Iran," kata dia.

Baca Juga: Beredar Kabar Trump Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kata Gedung Putih

Abdollahi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan ragu "sedetik pun" untuk mempertahankan hak-hak negara, melindungi aset nasional, serta "akan menempatkan para agresor pada tempatnya."

Sementara itu, melalui akun media sosial Truth Social miliknya, Trump menulis, "Ingat ketika saya memberi Iran waktu 10 hari untuk MENCAPAI KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ. Waktu hampir habis 48 jam sebelum semua malapetaka menimpa mereka".

Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump sempat mengancam akan "menyerang dan menghancurkan" pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Bandara Ben Gurion Israel dengan Drone

Namun, dua hari kemudian, ia menunda rencana tersebut selama lima hari setelah mengklaim adanya "pembicaraan produktif" dengan Teheran, sebelum kembali memperpanjang tenggat waktu.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dan sekutu-sekutunya dengan serangan ke wilayah Israel serta kepentingan AS di berbagai wilayah Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

x|close