Trump Klaim Petinggi Militer Iran Tewas dalam Serangan di Teheran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 17:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.) Arsip - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim sejumlah pejabat tinggi militer Iran tewas dalam serangan besar yang menyasar ibu kota Teheran pada Sabtu, 4 April 2026.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan para pemimpin militer tersebut telah “dilenyapkan” dalam operasi yang ia sebut sebagai serangan berskala besar. Unggahan itu juga disertai video berdurasi sekitar satu menit yang diklaim menunjukkan ledakan di langit Teheran, di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan.

Trump turut mengeluarkan ultimatum baru kepada Iran dengan batas waktu 48 jam. “Semua kekacauan akan terjadi jika Iran tidak mencapai kesepakatan dengan Washington atau membuka kembali Selat Hormuz,” tulis Trump dalam unggahannya, dikutip dari India Today, Minggu, 5 April 2026.

Pernyataan tersebut muncul saat militer AS masih melakukan operasi pencarian terhadap satu awak pesawat yang hilang, setelah dua jet tempur dilaporkan jatuh di wilayah Iran dalam satu hari. Pejabat AS menyebut awak tersebut berada di area berbahaya, sehingga operasi penyelamatan dilakukan dengan risiko tinggi.

Baca Juga: Turki Bantah Tuduhan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Propaganda Hitam

Situasi ini juga berdampak pada dinamika politik di Washington. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George, untuk mengundurkan diri, meskipun alasan resmi belum disampaikan.

Di sisi lain, Iran merespons pernyataan Trump melalui media sosial. Kedutaan Iran di Afrika Selatan dan Pakistan melontarkan sindiran terkait seruan pergantian rezim yang diutarakan Trump. Dalam salah satu unggahan, Kedutaan Iran di Afrika Selatan menulis, “Perubahan rezim telah berhasil terjadi,” disertai kritik terhadap kepemimpinan AS.

Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Sementara itu, Kedutaan Iran di Pakistan menyebut awak militer AS yang hilang “lebih berbahaya berada di bawah Donald Trump dibandingkan jika berada dalam tahanan Iran,” serta mengklaim pihaknya akan memperlakukan tahanan dengan “martabat dan hormat.”

Jatuhnya pesawat tempur AS dan respons keras dari Iran semakin memperkeruh situasi konflik yang telah berlangsung hampir enam pekan. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan eskalasi lanjutan di kawasan Teluk, sekaligus menimbulkan pertanyaan terhadap klaim superioritas udara yang sebelumnya disampaikan oleh Amerika Serikat.

x|close