Fadli Zon Sebut Kunjungan Museum dan Cagar Budaya Meningkat hingga 400 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 20:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan masyarakat ke museum dan situs cagar budaya mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir. Lonjakan tersebut disebut mencapai 400 persen, seiring program revitalisasi museum dan berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya tarik, terutama bagi kalangan generasi muda.

"Peningkatan ke cagar budaya dan museum ya paling tidak setahun terakhir ini naik sampai 400%," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 7 Juli 2026.

Fadli menjelaskan, salah satu contoh keberhasilan revitalisasi terlihat di Museum Pusaka yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menurutnya, museum yang sebelumnya minim pengunjung kini mampu menarik ribuan orang hampir setiap hari setelah dilakukan pembenahan.

"Museum Pusaka yang di Taman Mini yang tadinya jarang dikunjungi, setelah kita revitalisasi sedikit, kunjungannya ribuan orang hampir tiap hari itu ya banyak saja," ujarnya.

Melihat tren positif tersebut, pemerintah berkomitmen melanjutkan revitalisasi museum di berbagai daerah. Ia mengatakan Presiden juga mengarahkan agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi berkembang sebagai pusat kegiatan budaya, edukasi, pembelajaran, sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Baca Juga: Indonesia dan India Sepakat Restorasi Prambanan

"Kita ingin memperbaiki hampir semua museum atas perintah Bapak Presiden juga, termasuk museum-museum di provinsi, sehingga ini bisa menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, dan juga menjadi ekonomi budaya," tutur Fadli.

Ia menambahkan, pengelolaan museum di sejumlah negara membuktikan bahwa sektor budaya mampu memberikan kontribusi ekonomi yang besar. Selain pendapatan dari tiket masuk, museum juga memperoleh pemasukan melalui penjualan cendera mata, restoran, dan kedai kopi. Konsep serupa saat ini tengah dikembangkan di Indonesia dengan menjadikan Museum Nasional sebagai acuan.

"Kalau di luar negeri itu kan museum itu selalu penghasilannya juga tinggi. Belum lagi merchandise-nya, belum lagi restorannya, coffee shop-nya, kita sedang buat ini benchmark-nya di Museum Nasional," kata Fadli.

Selain memperbaiki fasilitas, Kementerian Kebudayaan juga menghadirkan berbagai program inovatif untuk menarik minat masyarakat, khususnya Generasi Z. Salah satunya adalah program museum paspor yang memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari setiap museum yang dikunjungi.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Fadli menyebut sebanyak 5.000 museum paspor yang dicetak pada tahap awal langsung habis sehingga pemerintah kembali melakukan pencetakan untuk memenuhi tingginya permintaan.

"Karena itu saya inisiasi bikin museum paspor. Ternyata Gen-Z luar biasa. Baru kita cetak 5.000 saja, sudah habis. Kita cetak lagi itu cepat sekali permintaannya," ungkapnya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengunjungi museum sekaligus memperluas pemahaman mengenai sejarah dan budaya Indonesia.

"Saya harapkan ini menjadi salah satu trigger mereka datang ke museum dapat cap, dapat berbagai kemudahan, museum-museum di seluruh Indonesia yang ada nantinya," ujar Fadli.

Di sisi lain, Fadli menilai dampak ekonomi dari meningkatnya aktivitas museum mulai terlihat. Namun, pemerintah masih melakukan evaluasi untuk menghitung besaran nilai ekonomi yang dihasilkan dari sektor tersebut.

"Mulai banyak. Tapi angkanya nanti kita lihat di akhir tahun," pungkasnya.

x|close