Bayer dan Kemenko Pangan Tunjukkan Peningkatan Produktivitas Jagung di Ponorogo melalui Teknologi Benih Jagung Inovatif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 22:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bayer dan Kemenko Pangan Panen Raya Jagung di Ponorogo, Dorong Produktivitas untuk Percepat Swasembada Bayer dan Kemenko Pangan Panen Raya Jagung di Ponorogo, Dorong Produktivitas untuk Percepat Swasembada (Istimewa)

Ntvnews.id, Ponorogo – Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan menggelar panen raya jagung di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi contoh penerapan teknologi pertanian modern melalui penggunaan benih jagung hibrida inovatif guna mendukung percepatan swasembada jagung nasional.

Panen raya tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H., Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo Masun, S.Pt., M.P., M.A., M.Ec.Dev., Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia Aditia Rusmawan, serta perwakilan kelompok tani Desa Pijeran.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan peningkatan produktivitas merupakan faktor utama untuk mencapai target swasembada pangan nasional di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim.

"Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam. Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta seperti Bayer menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat mendorong sentra produksi daerah menjadi penopang produksi jagung nasional," ujarnya.

Baca Juga: Mentan Amran Gelontorkan Rp1,33 Triliun untuk Jadikan Papua Selatan Lumbung Pangan

Data menunjukkan tren produksi jagung nasional terus meningkat. Pada Januari 2026, luas panen jagung pipilan mencapai sekitar 240 ribu hektare atau naik 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen juga diperkirakan mencapai 1,38 juta ton atau meningkat 11,09 persen dibanding Januari 2025.

Sebagai salah satu dari 10 daerah penghasil jagung terbesar di Jawa Timur, Ponorogo memiliki luas panen sekitar 39.046 hektare dengan total produksi mencapai 284.242 ton pada 2025 atau produktivitas rata-rata 7,28 ton per hektare. Potensi tersebut menjadikan Ponorogo sebagai salah satu wilayah strategis dalam mendukung swasembada jagung nasional.

Bayer dan Kemenko Pangan Panen Raya Jagung di Ponorogo, Dorong Produktivitas untuk Percepat Swasembada <b>(Istimewa)</b> Bayer dan Kemenko Pangan Panen Raya Jagung di Ponorogo, Dorong Produktivitas untuk Percepat Swasembada (Istimewa)

Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Ponorogo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di tengah tantangan yang terus berkembang, pemanfaatan inovasi dan teknologi menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung pencapaian target swasembada jagung nasional."

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penggunaan benih jagung hibrida Dekalb DK19C dari Bayer. Berdasarkan evaluasi teknis di Desa Pijeran, varietas tersebut menunjukkan performa agronomi yang baik dengan potensi hasil mencapai 10–12 ton per hektare.

Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia Aditia Rusmawan mengatakan Bayer berkomitmen menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi petani.

"Bagi Bayer, inovasi pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui teknologi benih jagung hibrida Dekalb, kami ingin membantu petani meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil panen yang bernilai ekonomi lebih baik. Penggunaan benih jagung DK19C menunjukkan bagaimana inovasi berbasis sains dapat diterapkan secara nyata di lapangan untuk mendorong pertanian jagung yang lebih maju dan berkelanjutan."

Ia menambahkan, Bayer dalam waktu dekat akan memperkenalkan benih jagung bioteknologi Dekalb DK19S dan DK09S. Kedua varietas tersebut memiliki teknologi perlindungan terhadap hama di atas permukaan tanah, seperti penggerek batang dan ulat grayak, serta dilengkapi toleransi terhadap herbisida Roundup Ready 2.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan benih unggul juga memberikan keuntungan ekonomi bagi petani. Rendemen yang tinggi dan kadar air yang rendah saat panen dapat menekan biaya pengeringan sehingga meningkatkan margin keuntungan melalui hasil pipilan yang lebih optimal.

Manfaat tersebut juga dirasakan langsung oleh Miswanto, petani jagung asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman.

"Sejak menggunakan benih jagung Dekalb DK19C, pertumbuhan tanaman lebih seragam, tongkolnya lebih bagus, dan hasil panennya meningkat. Selain produksinya lebih tinggi, biaya juga lebih efisien karena kualitas panennya baik. Pendampingan budidaya dari Bayer, juga membuat kami lebih percaya diri menerapkan teknologi baru di lahan."

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bayer, dan petani diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sektor pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya Indonesia menuju swasembada jagung.

x|close