Harga BBM di AS Terus Naik, Warga Mulai Kecewa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi. Bendera Amerika Serikat Ilustrasi. Bendera Amerika Serikat

Ntvnews.id, Washington D.C - Dampak ekonomi dari agresi Amerika Serikat terhadap Iran kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Untuk pertama kalinya sejak 2022, harga rata-rata bahan bakar minyak (BBM) secara nasional di AS resmi menembus angka USD4 per galon.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh AAA, harga rata-rata nasional untuk BBM jenis reguler saat ini mencapai USD4,02 per galon. Angka tersebut mencerminkan lonjakan signifikan, dengan kenaikan lebih dari 1 dolar dibandingkan periode sebelum konflik pecah.

Situasi ini mengingatkan publik pada krisis energi global beberapa tahun lalu, tepatnya saat pasar energi terguncang akibat invasi Rusia ke Ukraina 2022. Bahkan di sejumlah negara bagian, harga BBM dilaporkan jauh melampaui rata-rata nasional.

Baca Juga: Menlu: Negara Berduka, Tiga Kusuma Bangsa Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Kenaikan harga energi ini mulai mengguncang stabilitas ekonomi rumah tangga di berbagai wilayah, termasuk di Indianapolis. Banyak keluarga terpaksa menyesuaikan pengeluaran dan memangkas anggaran kebutuhan lain di tengah meningkatnya biaya hidup.

Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kondisi yang dinilai semakin sulit dikendalikan.

"Harga bensin ini konyol. Membayar hampir USD4,50 per galon benar-benar di luar kendali," ujar Amber Davis.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang merasakan dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

"Saya harus menggunakan uang yang seharusnya bisa saya habiskan untuk anak-anak saya, sekarang saya harus membatasi itu karena dana terserap untuk membayar lebih banyak bensin sepanjang minggu," kata Curtis Davis.

x|close