Ntvnews.id, Gaza - Sejumlah warga Palestina mengungkapkan kekecewaan mereka karena konflik dan krisis kemanusiaan di Gaza dinilai semakin terlupakan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
"Sejak Amerika Serikat berperang dengan Iran, seluruh dunia telah melupakan Gaza dan tragedinya. Kami tidak lagi memiliki siapa pun yang membela kami," kata Ahmed Jamali, 53 tahun, seorang warga Palestina dari kamp pengungsian di Gaza, tempat ia tinggal.
"Kami lemah dan tertindas, dan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya: membunuh, menghancurkan, dan menduduki Gaza, sementara tidak ada seorang pun di dunia yang berbuat apa pun," cetusnya, dilansir dari AFP, Senin, 6 Juli 2026.
Perasaan diabaikan yang dirasakan warga Gaza semakin menguat mengingat wilayah Palestina tersebut sebelumnya menjadi pusat dari rangkaian peristiwa yang memicu eskalasi konflik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 menjadi titik awal operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza. Konflik tersebut kemudian meluas dengan keterlibatan kelompok-kelompok yang didukung Iran, seperti Hizbullah di Lebanon dan kelompok Houthi di Yaman, hingga akhirnya berkembang menjadi konfrontasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Apa yang semula merupakan konflik antara Israel dan Hamas kemudian berubah menjadi konflik regional yang melibatkan sejumlah kekuatan besar di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Menteri Israel Usul Pindahkan Warga Palestina dari Gaza
Meski lebih dari dua setengah tahun telah berlalu, Gaza masih menghadapi krisis kemanusiaan yang serius. Walaupun Israel dan Hamas sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025, berbagai upaya untuk mengakhiri konflik secara permanen hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti.
Para pengamat menilai situasi tersebut mencerminkan adanya perubahan prioritas geopolitik di kawasan.
"Hal ini mencerminkan penurunan nilai strategis Hamas di mata Iran," kata Hugh Lovatt dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri kepada AFP.
Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. (Antara)
Menurut para analis, perhatian diplomatik internasional juga mulai bergeser dari konflik Gaza seiring meningkatnya kelelahan komunitas internasional terhadap konflik yang berkepanjangan tersebut.
"Gaza secara bertahap memudar dari perhatian internasional," kata Lovatt.
Di tengah perubahan dinamika politik dan keamanan kawasan, warga Gaza mengaku semakin khawatir bahwa penderitaan yang mereka alami tidak lagi menjadi perhatian utama dunia internasional.
Arsip foto - Warga yang kembali ke rumah mereka disambut dengan kehancuran parah saat mereka mulai kembali ke rumah mereka di Kota Gaza, Gaza, seiring berlakunya gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, Jumat, 10 Oktober 2025. (Antara)