Presiden Mesir Tegaskan Tak Akan Normalisasi dengan Israel Sebelum Palestina Merdeka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi Arsip - Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi ((Antara))

Ntvnews.id, Kairo - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan bahwa negaranya tidak akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebelum tercapainya perdamaian yang adil, berakhirnya pendudukan Israel atas wilayah Palestina, serta terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sisi saat meresmikan Markas Komando Strategis Negara di Ibu Kota Administratif Baru Mesir, yang berada di sebelah timur Kairo, pada Sabtu. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi Kepresidenan Mesir.

"Tidak akan ada perdamaian yang langgeng, tidak ada stabilitas yang nyata, dan tidak akan ada normalisasi (dengan Israel) yang didukung rakyat, kecuali melalui perdamaian adil yang mengakhiri pendudukan, menghentikan ketidakadilan dan agresi, mengembalikan hak kepada pemiliknya, serta memberikan keamanan bagi semua pihak," ungkap Sisi, seperti dikutip dari TRT World, Senin, Juli 2026.

Menurut Sisi, terciptanya perdamaian yang adil akan membuka jalan bagi masyarakat di kawasan Timur Tengah untuk hidup dalam suasana yang lebih stabil, aman, dan sejahtera.

Selain menyoroti isu Palestina, Presiden Mesir juga menyerukan agar gencatan senjata di Jalur Gaza yang mulai berlaku sejak Oktober 2025 dapat terus dipertahankan. Ia turut menyampaikan dukungannya terhadap kesepakatan kerangka kerja yang telah dicapai antara Iran dan Amerika Serikat guna mengakhiri konflik di antara kedua negara tersebut.

Baca Juga: British Museum Disorot Gegara Hapus Istilah Palestina

Sisi juga mengajak seluruh pihak untuk mencegah berbagai tindakan yang berpotensi menggagalkan proses perdamaian dan upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Mesir meresmikan Markas Komando Strategis Negara yang disebutnya sebagai langkah penting dalam memperkuat kemampuan komando, pengendalian, dan manajemen operasi nasional.

Menurutnya, fasilitas tersebut telah dilengkapi dengan infrastruktur teknologi modern, sistem komunikasi yang aman, kemampuan pengumpulan serta analisis intelijen, hingga sistem terpadu yang menghubungkan kepemimpinan politik dan militer.

"Komando ini tidak hanya bertanggung jawab mengelola situasi militer, tetapi juga menjadi pilar utama kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan dan keadaan luar biasa," ujarnya.

Pembangunan fasilitas strategis tersebut, lanjut Sisi, menjadi bagian dari upaya Mesir untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan geopolitik di kawasan.

TERKINI

Load More
x|close