AS Cabut Sanksi Terhadap Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 19:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez (kanan) bertemu dengan Menteri Energi AS Chris Wright (kiri) di Caracas, Venezuela, pada 11 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Istana Miraflores itu untuk meninjau agenda energi bilateral. ANTARA/Xinhua/Kepresidenan Venezuela Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez (kanan) bertemu dengan Menteri Energi AS Chris Wright (kiri) di Caracas, Venezuela, pada 11 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Istana Miraflores itu untuk meninjau agenda energi bilateral. ANTARA/Xinhua/Kepresidenan Venezuela (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap penjabat Presiden Delcy Rodríguez, sebagaimana tercantum dalam pembaruan terbaru di situs Departemen Keuangan AS. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara Pada Rabu, 1 April 2026.

Melalui Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC), Departemen Keuangan AS mengonfirmasi bahwa nama Rodriguez telah dihapus dari daftar sanksi, meski tidak disertai penjelasan rinci terkait alasan keputusan tersebut. Pencabutan ini sekaligus mencerminkan pengakuan Washington terhadap kepemimpinan Rodriguez di Venezuela.

Baca Juga: Cek Fakta: Klaim Bandara Terbesar di Amerika Serikat Hancur Lebur Tidak Benar

Dalam pernyataannya di media sosial X, Rodriguez menyambut langkah tersebut sebagai sinyal positif bagi normalisasi hubungan antara kedua negara. Ia juga berharap pencabutan sanksi ini dapat diikuti dengan penghapusan pembatasan lain terhadap Venezuela guna mendukung pemulihan ekonomi dan peningkatan kerja sama bilateral. 

Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah Presiden Nicolás Maduro dan masuk dalam daftar sanksi AS sejak 2018, sebagai bagian dari kebijakan yang menargetkan pejabat tinggi pemerintahan Maduro. 

Perkembangan ini terjadi setelah perubahan politik signifikan di Venezuela, termasuk penangkapan Maduro oleh militer AS pada awal tahun. Sejak saat itu, Rodriguez mengambil alih kepemimpinan sebagai penjabat presiden, dan hubungan antara Washington dan Caracas mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. 

Baca Juga: Eks Presiden venezuela Maduro dan Istri Kirim Pesan dari Tahanan AS, Apa Isinya?

Selain itu, AS juga mulai melonggarkan sejumlah pembatasan, khususnya di sektor energi. Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tetap menjadi pemain penting dalam pasar energi global. Dalam langkah lain yang mencerminkan membaiknya hubungan, Kedutaan Besar AS di Caracas kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup selama bertahun-tahun.

(Sumber: Antara)

x|close