Hotman Bantah Mau Ketemu Prabowo Buat Bela Nadiem: Itu Video Lama

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mei 2026, 20:20
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Hotman Paris Hotman Paris (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, membantah kabar yang menyebut dirinya ingin bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membela Nadiem Makarim.

Hotman menegaskan bahwa video yang kembali beredar di media sosial merupakan rekaman lama saat dirinya masih menjadi kuasa hukum Nadiem sekitar lima hingga enam bulan lalu.

"Halo tim media Nadiem Makarim. Kenapa video-video saya, waktu saya masih kuasa hukum Nadiem sekitar lima-enam bulan yang lalu dipakai untuk sekarang ini menarik simpati publik," ucapnya dalam unggahan akun Instagram @hotmanparisofficial, dikutip Minggu, 17 Mei 2026.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya pernah menantang Presiden Prabowo terkait kasus yang menyeret nama Nadiem.

"Dan tim media Nadiem sekarang ini memakai istilah Hotman menantang Prabowo, itu tidak benar. Saya tidak pernah menantang Prabowo," tegasnya.

Menurut Hotman, saat itu dirinya hanya ingin bertemu dengan Prabowo untuk menyampaikan pandangan hukum terkait perkara yang sedang dihadapi kliennya kala itu.

Hotman Paris <b>(NTVnews.id)</b> Hotman Paris (NTVnews.id)

Baca Juga: Nadiem Makarim Terpukul Dituntut Uang Pengganti Rp5,67 Triliun: Mereka Tahu Saya Tidak Punya Uang Itu

Hotman mengungkapkan, keinginannya bertemu Presiden Prabowo kala itu juga dilatarbelakangi keyakinannya terhadap kapasitas dan kecerdasan kepala negara dalam memahami persoalan hukum.

"Karena saya tahu Prabowo itu sangat pintar, otaknya sangat cerdas," ungkapnya.

Namun kini, setelah dirinya tidak lagi menjadi kuasa hukum Nadiem, Hotman mempertanyakan penggunaan video lama tersebut oleh pihak tertentu. Ia juga menyinggung soal pentingnya dukungan maksimal terhadap tim hukum dalam menangani perkara besar.

"Makanya lain kali jangan pelit-pelit sama pengacara. Pengacara mahal itu memang mahal, pengacara berbobot itu mahal," sindirnya.

Hotman kemudian mengungkap bahwa dirinya sempat menemukan dua hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek Chromebook yang disebut tidak menemukan unsur kerugian negara.

Menurutnya, audit tersebut menyatakan harga pengadaan Chromebook masih dalam kategori wajar dan perangkat telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. Hotman Paris SH M.Hum (@hotmanparisofficial)

"Dua tahun BPK melakukan audit terhadap Chromebook, dan audit BPK pada saat itu menyatakan, Harga wajar tidak ada unsur kerugian negara dan telah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.

Ia mengaku heran karena muncul audit baru dengan kesimpulan berbeda yang menyebut harga Chromebook justru tidak wajar.

"Tapi kenapa setelah persidangan ada lagi audit BPK baru, yang katanya justru harga chrome itu naik dan harganya tidak wajar," ungkapnya.

Selain itu, Hotman Paris juga menyinggung isu dugaan kerugian investasi Telkom Indonesia dalam pembelian saham Gojek sebelum IPO yang sempat ramai diperbincangkan.

Ia mempertanyakan apakah isu tersebut memiliki kaitan dengan kasus yang kini berkembang, meski dirinya mengaku belum mengetahui fakta sebenarnya.

"Sehingga katanya Telkom rugi dan pemerintah marah. Apakah itu benar? Itu lah waktu itu belum terjawab, apakah itu di belakang kasus ini? Saya tidak tahu," tutup Hotman.

x|close