Ntvnews.id, Jakarta - Dua drone yang dipasangi bom menyasar pusat dukungan diplomatik Amerika Serikat (AS) Pangkalan Victoria di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Kamis 2 April 2026.
Serangan tersebut memicu kebakaran, kata sebuah sumber keamanan.
Seorang sumber dari Kementerian Dalam Negeri Irak, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan bahwa dua drone menyerang Victoria Base pada malam hari, tempat Pusat Dukungan Diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad berada, hingga menyebabkan kebakaran.
Rincian mengenai korban atau cakupan kerusakan masih belum tersedia, sebut sumber tersebut.
Serangan tersebut terjadi setelah peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar AS di Baghdad sebelumnya pada Kamis, yang menyebutkan bahwa
"kelompok milisi teroris Irak yang berpihak pada Iran mungkin berniat melakukan serangan di pusat Baghdad dalam 24 hingga 48 jam ke depan," jelasnya.
Baca juga: Serangan Iran Tak Surut, Ribuan Rudal dan Drone Terus Hantam Kawasan Teluk
Baca juga: Tanker Minyak Kuwait di Dubai Diserang Drone Diduga Berasal dari Iran
Peringatan tersebut lebih lanjut menekankan bahwa mereka mungkin menargetkan warga negara AS, bisnis, universitas, fasilitas diplomatik, infrastruktur energi, hotel, bandara, dan lokasi lain yang dianggap terkait dengan AS. Pernyataan itu juga berisi desakan agar warga AS segera meninggalkan Irak.
Serangan-serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas oleh Iran dan sekutu-sekutu regionalnya dengan serangan terhadap kepentingan-kepentingan Israel dan AS di seluruh Timur Tengah. (Sumber:Antara)
Ilustrasi Drone Perang (mehrnews.com)