Tanker Minyak Kuwait di Dubai Diserang Drone Diduga Berasal dari Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 21:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Tanker minyak. (ANTARA/Anadolu/py) Ilustrasi - Tanker minyak. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Kuwait Petroleum Corporation melaporkan bahwa kapal tanker raksasa pembawa minyak mentah milik Kuwait, Al Salmi, diserang drone yang diduga berasal dari Iran saat berada di area jangkar pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, pada Selasa dini hari, 31 Maret 2026 waktu setempat.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Kuwait (KUNA), insiden terjadi sekitar pukul 00.10 waktu setempat ketika kapal tengah membawa muatan penuh minyak mentah. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada lambung kapal serta memicu kebakaran di atas dek, sehingga memunculkan kekhawatiran akan potensi kebocoran minyak ke perairan sekitar.

Meski demikian, otoritas setempat memastikan seluruh awak kapal yang berjumlah 24 orang dalam kondisi selamat tanpa korban luka.

Baca Juga: Drone Serang Pangkalan Udara AS-Italia di Kuwait

Pihak berwenang Dubai juga menyatakan bahwa tim penanggulangan berhasil mengendalikan situasi, dan tidak ditemukan adanya tumpahan minyak, meskipun sebelumnya sempat dikhawatirkan terjadi kebocoran.

Dampak insiden ini langsung terasa pada pasar energi global. Harga minyak berjangka di New York Mercantile Exchange (Nymex) tercatat melonjak lebih dari 3 persen menjadi 106,05 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent juga naik 2,57 persen dan diperdagangkan pada level 115,35 dolar AS per barel.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak serangan gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Baca Juga: IRGC Luncurkan Serangan Drone ke Fasilitas Militer AS di Kuwait, Arab Saudi dan Bahrain

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika.

Eskalasi konflik ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta sektor penerbangan internasional.

(Sumber: Antara)

x|close