Ntvnews.id, Kuwait - Militer Italia melaporkan bahwa sebuah serangan drone menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem Air Base di Kuwait, fasilitas militer yang digunakan bersama oleh pasukan Italia dan Amerika Serikat. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Keterangan itu disampaikan oleh Kepala Staf Umum Pertahanan Italia, Luciano Portolano. Dalam pernyataannya di platform X, ia menjelaskan bahwa pangkalan tersebut menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak pada Senin, 16 Maret 2026.
"Pagi ini, pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, yang menampung personel dan kemampuan Amerika dan Italia, menjadi sasaran serangan drone," katanya.
Serangan tersebut menghantam sebuah fasilitas perlindungan yang digunakan untuk menempatkan pesawat tanpa awak milik Satuan Tugas Udara Italia atau Task Force Air Italy (TFA). Akibatnya, fasilitas tersebut mengalami kerusakan berat.
Baca Juga: Trump: AS Belum Siap Capai Kesepakatan dengan Iran soal Konflik Timur Tengah
Meski demikian, seluruh personel yang berada di pangkalan tersebut dilaporkan selamat. Portolano menegaskan, "Pada saat serangan, semua personel selamat dan tidak terluka."
Secara terpisah, pangkalan militer Italia lainnya yang berada di Erbil, wilayah Kurdistan Irak, juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone pada Rabu malam. Namun, insiden tersebut juga tidak menimbulkan korban luka.
Menanggapi kejadian itu, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mengatakan dirinya tidak yakin bahwa Italia merupakan target utama dari serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat konflik dengan pihak mana pun.
Rudal Iran Serang Pangkalan militer AS di Qatar (Telegraph.co.uk)
Dalam wawancara dengan stasiun televisi publik RAI, Tajani menyatakan, "Kami tidak sedang berperang dengan siapa pun."
Ia juga menambahkan bahwa serangan semacam itu kerap menargetkan fasilitas militer Barat di kawasan, terutama pangkalan militer Amerika Serikat. Tajani mengatakan, "Seringkali serangan ditujukan terhadap pangkalan-pangkalan Barat, termasuk pangkalan-pangkalan AS. Saya percaya bahwa Italia bukanlah targetnya."
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran
Pemerintah di Roma menyatakan untuk sementara menarik sebagian personelnya yang berjumlah kurang dari 300 orang dari Erbil setelah insiden tersebut. Pasukan Italia sebelumnya berada di lokasi itu untuk melatih pasukan keamanan lokal sebagai bagian dari misi internasional.
Serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer di kawasan Timur Tengah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Iran sebelumnya menyatakan akan menargetkan negara-negara yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Foto yang menunjukkan puing-puing drone di dekat sebuah sekolah di Republik Otonom Nakhchivan, 5 Maret 2026. (Kantor Berita Negara Azerbaijan/Handout via Xinhua) (Antara)