Iran Klaim Serang Militer AS dan Israel di Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mar 2026, 17:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai markas komandan militer Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dalam pernyataan resmi pada Jumat, 13 Maret 2026.

Dilansir dari AFP, Sabtu, 14 Maret 2026, IRGC menyebutkan bahwa sekitar 10 lokasi di wilayah yang mereka sebut sebagai “wilayah pendudukan” serta tiga titik berkumpulnya pasukan Amerika Serikat menjadi sasaran operasi militer tersebut.

“Sekitar 10 tempat perlindungan dan lokasi di wilayah pendudukan, serta tiga lokasi perkumpulan dan tempat perlindungan AS di wilayah tersebut, telah diidentifikasi dan diserang dengan tujuan memburu komandan AS dan Zionis,” kata IRGC.

Baca Juga: KemHAM Pantau Pelayanan Mudik Lebaran di Stasiun Gambir, Pastikan Standar HAM Terpenuhi

Menurut IRGC, serangan dilakukan menggunakan drone dan rudal yang diarahkan ke sejumlah lokasi di Israel. Beberapa target yang disebutkan berada di Tel Aviv, dengan tujuh titik dilaporkan menjadi sasaran. Selain itu, dua target lainnya berada di kota Rishon LeZion yang terletak di selatan Tel Aviv, serta satu lokasi di kota Shoham.

Di luar Israel, Iran juga disebut melancarkan serangan ke beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Target tersebut antara lain Prince Sultan Air Base di Arab Saudi, serta pangkalan militer Amerika Serikat di Baghdad dan Erbil di Irak.

Bendera Iran <b>((Antara))</b> Bendera Iran ((Antara))

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, menimbulkan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran kemudian melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai negara di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran dilakukan untuk mencegah ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Teheran. Namun, beberapa pejabat Barat kemudian menyebut bahwa operasi tersebut juga memiliki tujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

x|close