Ntvnews.id, Washington D.C - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth angkat bicara mengenai insiden jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar militer AS di wilayah barat Irak yang menewaskan empat anggota militer.
Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut sekaligus menggambarkan kerasnya situasi peperangan.
"Perang itu neraka. Perang itu kekacauan. Dan seperti yang kita lihat kemarin dengan kecelakaan tragis pesawat tanker KC-135 kita, hal-hal buruk dapat terjadi," kata Hegseth pada konferensi pers Pentagon, dikutip dari CNN, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia juga menyebut para prajurit yang gugur sebagai pahlawan yang telah mengorbankan diri demi menjalankan misi negara.
"Para pahlawan Amerika, semuanya. Dan seperti yang telah saya lakukan dengan mereka semua, seperti yang telah kita lakukan, kita akan menyambut para pahlawan itu di Dover dan pengorbanan mereka hanya akan memperkuat komitmen kita pada misi ini," imbuhnya.
Baca Juga: IRGC Rilis Video Detik-detik Rudal Bawah Laut Hantam Kapal Tanker Amerika
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di wilayah sekutu di Irak bagian barat ketika pesawat tengah menjalankan misi tempur. Ia menegaskan insiden tersebut bukan disebabkan oleh tembakan musuh maupun sekutu.
"Kami masih memperlakukan ini sebagai operasi penyelamatan dan pemulihan aktif," jelasnya.
United States Central Command (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan bahwa upaya penyelamatan masih terus dilakukan terhadap dua awak lain yang berada di dalam pesawat jenis KC-135 Stratotanker tersebut. Hingga kini, penyebab kecelakaan yang terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 masih dalam proses penyelidikan.
Pesawat militer AS tersebut diketahui merupakan pesawat tanker yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara. Saat insiden terjadi, terdapat enam awak di dalam pesawat.
Dari jumlah tersebut, empat awak dipastikan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian dan penyelamatan oleh tim militer AS.
Arsip - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (Antara)