Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Ajukan Pengunduran Diri dari Partai Hanura Setelah 16 Tahun Mengabdi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jun 2026, 08:43
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Wali Kota Palu Hadianto Rasyid (ANTARA )

Ntvnews.id, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari konstelasi politik di Sulawesi Tengah. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara resmi mengundurkan diri dari Partai Hanura. Selain sebagai kader senior, Hadianto juga diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Tengah.

Kabar pengunduran diri tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tengah, Frits Sem A. Kandori. Ia menyebutkan bahwa surat pengunduran diri telah dilayangkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura.

"Benar, Pak Hadianto Rasyid telah mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Hanura. Surat tersebut ditujukan langsung kepada DPP Hanura sekitar tanggal 3 atau 4 Juni 2026," ujar Frits, 14 Juni 2026.

Frits menegaskan bahwa keputusan besar yang diambil oleh Hadianto Rasyid ini murni merupakan keputusan pribadi dan tidak dipicu oleh adanya gesekan atau persoalan di internal partai. Ia memastikan bahwa hubungan antar-pengurus dan kader Hanura di Sulawesi Tengah selama ini berjalan sangat harmonis.

"Tidak ada masalah di internal partai. Kami baik-baik saja dan hubungan sesama anggota sangat harmonis," tegas Frits.

Meskipun demikian, pihak DPD menyayangkan waktu pengunduran diri tersebut. Pasalnya, saat ini partai tengah menghadapi tahapan verifikasi partai politik yang sangat krusial bagi keberlangsungan partai di masa depan.

"Saya menghormati keputusan Pak Hadianto Rasyid. Terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi beliau selama ini. Namun, kami menyayangkan karena keputusan ini diambil saat partai sedang menghadapi tahapan verifikasi yang cukup krusial," tambahnya.

Pengunduran diri ini menandai berakhirnya perjalanan politik Hadianto Rasyid bersama Partai Hanura yang telah terjalin selama hampir 16 tahun. Selama masa tersebut, Hadianto telah menjadi sosok sentral dalam membesarkan nama Hanura di wilayah Sulawesi Tengah hingga berhasil menduduki kursi orang nomor satu di Kota Palu.

Informasi mengenai mundurnya Hadianto mulai tercium publik setelah DPP Hanura menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran ketua dan sekretaris DPD serta DPC Hanura kabupaten/kota pada 8 Juni 2026 lalu.

Seiring dengan hengkangnya Hadianto dari Hanura, rumor mengenai langkah politik selanjutnya mulai mencuat. Dimana ia dikabarkan akan berpindah ke Partai Gerindra. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak Hadianto maupun Gerindra mengenai kebenaran informasi tersebut.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengaku belum mengetahui rencana bergabungnya Wali Kota Palu tersebut ke partainya.

"Saya tidak tahu. Belum ada pembicaraan ke arah itu," ungkap Longki singkat.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah itu juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan atau komunikasi formal yang dilakukan oleh Hadianto Rasyid dengannya untuk membahas perihal kepindahan partai tersebut.

x|close