Ntvnews.id, Washington D.C - Insiden penembakan terjadi di sebuah restoran di Kota Twin Falls, Idaho, Amerika Serikat, pada Sabtu, 1 Agutus 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia dan beberapa lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dilansir dari CNN International, Minggu, 2 Agustus 2026, Kepolisian Idaho menyatakan situasi telah terkendali dan ancaman terhadap masyarakat dinyatakan berakhir setelah terduga pelaku ditemukan dalam kondisi tewas.
Juru bicara Pemerintah Kota Twin Falls Josh Palmer menyampaikan bahwa imbauan shelter-in-place yang sebelumnya diberlakukan kepada warga telah dihentikan.
"Kami meyakini ancaman terhadap masyarakat telah berakhir," ujar Kepala Kepolisian Twin Falls Matthew Hicks kepada wartawan.
Pihak berwenang hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban meninggal maupun kondisi orang-orang yang terluka. Anadolu Agency melaporkan, informasi mengenai jumlah korban masih menunggu pembaruan dari aparat.
Sebelumnya, sejumlah pejabat mengatakan kepada CNN bahwa sedikitnya tiga orang tewas dalam kejadian tersebut. Namun, belum diketahui apakah terduga pelaku yang ditemukan meninggal turut masuk dalam jumlah korban tewas tersebut.
Baca Juga: 7 Orang Jadi Tersangka Penembakan Pilot AMA dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo
Hicks menyebut jasad terduga penembak ditemukan di area yang tidak jauh dari lokasi penembakan. Polisi masih melakukan proses identifikasi untuk memastikan siapa pelaku sekaligus mendalami motif di balik serangan tersebut.
Penembakan berlangsung di salah satu kawasan bisnis yang ramai di Twin Falls. Wilayah itu diketahui dipenuhi berbagai fasilitas publik, seperti hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan.
Palmer mengatakan penyelidikan awal menunjukkan dugaan bahwa hanya terdapat satu pelaku aktif dalam insiden tersebut. Meski begitu, kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
"Kami sedang berupaya menentukan apakah ada individu lain yang mungkin terlibat," kata Palmer.
Ia juga meminta masyarakat tidak langsung mempercayai berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama selama penyelidikan masih berlangsung.
"Saya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati karena banyak informasi yang keliru beredar di media sosial," ujarnya.
Sampai Sabtu malam waktu setempat, aparat masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta terkait penembakan tersebut.
Ilustrasi - Insiden penembakan di sebuah festival. (Antara)