Ntvnews.id, Washington D.C - Ratusan demonstran pro-Palestina menggelar aksi di depan Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, untuk memprotes kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan kedatangan Netanyahu ke ibu kota AS menjelang pertemuannya dengan Presiden Donald Trump.
Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 29 Juli 2026, para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina serta berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap dukungan pemerintah Amerika Serikat kepada Israel.
"Hentikan mesin perang AS/Israel," demikian salah satu bunyi poster yang dibawa para demonstran dalam aksi pada Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat.
"Ungkap kendali Israel atas Washington," demikian tulisan spanduk lainnya yang dibawa demonstran pro-Palestina.
"Hak asasi Palestina juga penting," bunyi poster demonstran lainnya.
Demonstrasi berlangsung saat Netanyahu tiba di Washington DC pada Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat. Pemimpin Israel itu dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Trump di Gedung Putih pada Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat. Pertemuan tersebut menjadi yang kedelapan antara keduanya sejak Trump memulai masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS.
Baca Juga: Netanyahu Senang Syarat Trump soal Normalisasi Saudi-Israel dalam Kesepakatan Nuklir
Sebelum bertolak ke Amerika Serikat, Netanyahu menyampaikan bahwa konflik Iran akan menjadi agenda utama dalam pembahasannya bersama Trump. Selain itu, ia juga dijadwalkan menghadiri seremoni penghormatan untuk mendiang Senator AS Lindsey Graham, politikus Partai Republik yang semasa hidup dikenal sebagai pendukung kuat Israel.
Kunjungan Netanyahu ke Washington juga berlangsung di tengah desakan penangkapan yang disuarakan Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Dalam pernyataan terbukanya, Mamdani menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan mendesak pemerintah federal AS menindaklanjuti surat perintah penangkapan yang telah diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) apabila Netanyahu memasuki wilayah Amerika Serikat.
Netanyahu menjadi subjek surat perintah penangkapan ICC atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan perang di Gaza. Pada 2024, ICC menyatakan terdapat dasar yang kuat untuk meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.
Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Antara)
Meski demikian, Trump telah menegaskan bahwa Netanyahu "tidak akan ditangkap" selama berada di Amerika Serikat. Netanyahu sendiri mengaku "tidak khawatir" terhadap seruan penangkapan tersebut.
Dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih, sejumlah demonstran turut mendesak pemerintah AS mematuhi keputusan ICC.
"Saya menuntut pemerintah Amerika Serikat mematuhi surat perintah ICC dan menangkap Netanyahu," ucap salah satu demonstran bernama Joey, seperti dilansir Reuters.
Seorang peserta aksi lainnya mengatakan kehadirannya merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
"Hati kami tertuju pada setiap orang di Palestina. Kami mengirimkan cinta dan doa, serta melakukan segala upaya yang kami bisa di jalanan. Dan kami terus berdoa," ujarnya.
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)