AS-Israel Siapkan Serangan Besar ke Infrastruktur Energi Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Agu 2026, 09:38
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) dan Israel disebut tengah mempersiapkan operasi militer besar dengan sasaran infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas pembangkit listrik dan kilang minyak. Serangan gabungan tersebut diperkirakan berpotensi dilakukan pada akhir pekan ini.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 2 Agustus 2026, informasi mengenai persiapan serangan itu diberitakan sejumlah media AS, di antaranya CBS News dan Wall Street Journal (WSJ), berdasarkan keterangan dari sumber pejabat di Washington dan Tel Aviv.

CBS News melaporkan bahwa terdapat pembahasan untuk menyelesaikan operasi militer sebelum pasar finansial dibuka pada Senin (3/8) waktu setempat. Hal tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap konsekuensi ekonomi yang mungkin timbul. Meski demikian, belum terdapat jadwal pasti mengenai pelaksanaan operasi tersebut.

Sejumlah sumber yang dikutip CBS News menyebut Israel telah mendapatkan pengarahan terkait rencana tersebut dan terus berkoordinasi dengan pemerintah AS. Namun, Presiden Donald Trump hingga kini disebut belum memberikan persetujuan final untuk menjalankan operasi militer itu.

Seorang pejabat Israel yang identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada CBS News bahwa pemerintah Tel Aviv belum mengetahui adanya keputusan untuk melanjutkan operasi militer secara penuh. Israel juga belum memperoleh permintaan untuk terlibat dalam serangan terhadap Iran.

Sementara itu, Trump menyampaikan ancaman terbaru kepada Teheran ketika berbicara dalam rapat kabinet yang berlangsung di Camp David, Maryland.

"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras. Pada titik tertentu, mereka akan mengatakan, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," kata Presiden AS tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan AS "akan menang". Ia juga menyatakan bahwa Iran tidak akan diperbolehkan memiliki senjata nuklir selama Trump masih memimpin pemerintahan AS.

Di sisi lain, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS telah "siap siaga sepenuhnya". Namun, ia tidak bersedia mengungkap sasaran spesifik sebelum Presiden Trump mengambil keputusan secara resmi.

Baca Juga: Prabowo Soroti Eskalasi Global, Singgung Negara-negara yang Mulai Ingin Miliki Senjata Nuklir

Menurut pemberitaan CBS News, pembangkit listrik dan kilang minyak di Iran berpotensi menjadi sasaran utama. Selain itu, pejabat AS juga disebut tengah mempertimbangkan opsi untuk memutus pasokan listrik menuju Teheran.

Dalam pemberitaan terpisah, WSJ yang mengutip sejumlah pejabat AS menyebut rencana serangan terbaru tersebut telah mendapatkan persetujuan dalam rapat kabinet di Camp David, kompleks peristirahatan kepresidenan AS yang berada di Maryland.

Meski demikian, sumber-sumber pejabat AS yang berbicara kepada WSJ menyatakan Trump masih mempunyai opsi untuk membatalkan serangan tersebut dan kembali membuka jalur perundingan dengan Iran apabila terdapat "kemajuan segera di jalur diplomasi".

Apabila serangan tersebut benar-benar dilakukan, Israel akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata awal mulai berlaku pada April lalu.

Ilustrasi perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) <b>(Antara)</b> Ilustrasi perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Antara)

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, kantor berita Tasnim News Agency mengutip seorang pejabat keamanan senior Iran yang menyatakan bahwa Teheran telah menyiapkan "rencana komprehensif" sebagai respons terhadap kemungkinan serangan AS.

Pejabat tersebut menyebut pemberitaan mengenai rencana serangan terbaru terhadap sejumlah target di Teheran sebagai "tindakan gegabah".

"Kami telah menyiapkan rencana komprehensif untuk merespons, yang mencakup infrastruktur vital di Israel dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan tersebut, dan kami siap melaksanakannya," tegas pejabat keamanan senior Iran tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Iran memiliki "kemampuan dan tekad" untuk memberikan respons terhadap serangan yang dilakukan AS dan Israel.

HIGHLIGHT

x|close