Rudal Iran Hantam Gedung Perusahaan China di Kuwait, 1 Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Asap mengepul setelah serangan di depot bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, 25 Maret 2026. Asap mengepul setelah serangan di depot bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, 25 Maret 2026. (Antara)

Ntvnews.id, KuwaitIran kembali melancarkan serangan ke wilayah Kuwait. Dalam serangan yang terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026 pagi, sebuah rudal menghantam gedung milik perusahaan asal China di wilayah utara Kuwait hingga menewaskan seorang pekerja.

Melalui unggahan di platform X, Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan bahwa serangan rudal tersebut mengakibatkan kerusakan besar pada bangunan yang menjadi sasaran.

"Agresi keji Iran menargetkan sebuah gedung milik perusahaan China di bagian utara negara, mengakibatkan kematian seorang pekerja dan menyebabkan kerusakan material yang parah pada bangunan tersebut," demikian bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Kuwait.

"Pihak berwenang terkait segera mulai mengambil tindakan yang diperlukan dan menanggapi insiden tersebut dalam koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait," imbuh pernyataan kementerian tersebut, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 31 Juli 2026.

Militer Kuwait kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara dengan berkoordinasi bersama instansi terkait guna menjamin keselamatan warga negara maupun penduduk.

Kuwait menjadi salah satu negara di kawasan Teluk, bersama Yordania, yang berulang kali menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran sejak konflik di Timur Tengah kembali memanas.

Baca Juga: IRGC Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Bahrain dan Kuwait

Eskalasi terbaru terjadi setelah militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru ke Iran pada Rabu, 29 Juli 2026. Operasi yang berlangsung selama sekitar dua jam itu menghantam puluhan target di berbagai wilayah Iran. Washington menyebut operasi tersebut sebagai "respons yang kuat" atas serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Serangan Amerika Serikat itu dilaporkan menewaskan tiga anggota satu keluarga di Pulau Qeshm, Iran, termasuk seorang balita berusia dua tahun. Informasi tersebut disampaikan kantor berita Fars, mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan.

"Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun," lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, seraya menambahkan bahwa dua anak lainnya terluka.

Sebelumnya, pada Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat, militer Amerika Serikat mengungkapkan telah mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan Iran ke arah pasukan AS di Yordania. Teheran kemudian mengonfirmasi telah meluncurkan rudal tersebut ke pangkalan militer Amerika di negara itu.

Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (13/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menyasar pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai tindakan balasan atas serangan AS te <b>(Xinhua)</b> Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (13/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menyasar pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai tindakan balasan atas serangan AS te (Xinhua)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan memberikan balasan setelah rudal-rudal Iran berhasil dicegat.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," katanya.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi militer terbaru tersebut sebagai "respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."

Menurut CENTCOM, operasi dimulai pada Rabu pukul 20.00 waktu setempat (0000 GMT Kamis) dan berakhir sekitar pukul 22.00 waktu setempat (0200 GMT Kamis).

"CENTCOM menyerang puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, situs pengawasan dan pertahanan pantai, serta kemampuan maritim," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

x|close