Prabowo: Persaingan Politik Wajar, Tapi Setelah Kontestasi Bangsa Harus Bersatu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mar 2026, 01:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan pendapat maupun persaingan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Hal tersebut disampaikannya ketika menanggapi keberadaan sejumlah pengamat yang dinilai sering menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Sidang Kabinet yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

"Kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng, ya kan. Harusnya perbedaan pendapat, ya perbedaan pendapat, tidak ada masalah. Persaingan politik, bersaing politik tiap 5 tahun, di pilkada, di pileg, di pilpres, enggak ada masalah," kata Prabowo.

Baca Juga: Di Depan Prabowo, Purbaya Bantah Ekonomi RI Bakal Hancur Buntut Harga Minyak Melonjak

Meski demikian, Presiden menekankan bahwa kompetisi politik semestinya berakhir setelah seluruh proses demokrasi selesai dilaksanakan. Menurutnya, setelah kontestasi politik berakhir, seluruh elemen bangsa harus kembali bersatu.

"Tapi, harusnya negara ini kalau sudah selesai pertandingan-pertandingan itu, harusnya kita bersatu kompak," ujar dia.

Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)

Prabowo juga menyinggung adanya sejumlah pengamat yang menurutnya tidak menyukai ketika pemerintah menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan program-programnya. Ia menilai sikap semacam itu mencerminkan pandangan yang sempit dan tidak mencerminkan sikap patriotik.

"Mungkin karena merasa kalah tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang kurang rezeki, terutama maling-maling koruptor-koruptor, ya merasa rugi dong dengan pemerintahan kita, kita mau tertibkan," tutur dia.

x|close