Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi ekonomi makro Indonesia masih relatif kuat dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. Laporan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih.
Airlangga menyebut konsumsi domestik masih menjadi penopang utama perekonomian nasional. Ia juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang dinilai masih dalam kondisi terkendali.
"Kami dapat sampaikan bahwa dari segi ekonomi makro, konsumsi domestik baik Pak, kuat 54% dari PDB, dan Mandiri Spending Index-nya di angka 360,7. Hutang luar negeri masih rendah 29,9% dari PDB per hari ini. Kemudian cadangan defisit,” kata Airlangga.
Presiden Prabowo sempat meminta klarifikasi terkait angka rasio utang luar negeri tersebut.
"Maaf, maaf, 29 atau 39?” tanya Prabowo.
Airlangga kemudian menegaskan kembali angka tersebut.
"29,9%," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Layanan Mudik Ditingkatkan dan Pasokan Pangan Dijaga
Prabowo kembali memastikan apakah angka itu mengalami penurunan.
"Menurun?” tanyanya.
Airlangga menjelaskan rasio tersebut memang berada di bawah ambang 30 persen.
"Di bawah 30% Pak, di bawah 30%. Kondisi per hari ini Pak," paparnya.
Presiden kemudian menilai kondisi tersebut menunjukkan tren yang baik.
"Wah, ini menurun deh.,” kata Prabowo.
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)
Airlangga juga menjelaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup utang luar negeri, belum termasuk utang domestik.
"Hutang luar negeri saja Pak, hutang luar negeri, di luar yang diambil dari dalam negeri Pak," jelasnya.
Prabowo kemudian menanyakan rasio utang jika digabung dengan utang dalam negeri.
"Kalau jadi satu berapa persen?” tanya lagi Prabowo.
Airlangga menjawab total rasio utang pemerintah masih berada di sekitar 40 persen dari PDB.
"40% Pak,” ungkapnya.
Presiden menilai rasio tersebut masih termasuk rendah dibandingkan negara lain.
"Masih salah satu terendah di dunia ya?” tanya kembali.
Airlangga pun membenarkan penilaian tersebut.
"Masih terendah,” jawabnya.
Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Istimewa)