Prabowo Subianto Sebut Miliki Data Intelijen soal Pendana Pengamat Pengkritik Pemerintah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 19:59
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya memiliki informasi intelijen terkait identitas serta pihak yang diduga mendanai sejumlah pengamat yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah. Ia menegaskan pemerintah akan menertibkan pihak-pihak yang dinilai terus menyebarkan narasi kecemasan di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

"Saya juga punya data-data intelijen ya kan. Kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi saya tiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya mengertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua," ujar Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Kaji Opsi WFH untuk Hemat BBM Imbas Konflik Timur Tengah

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung sejumlah pengamat yang dinilainya sering mengkritik kebijakan pemerintah tanpa melihat berbagai capaian yang telah diraih. Menurutnya, sebagian dari mereka memiliki beragam kepentingan, termasuk kemungkinan merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah masih mengedepankan pendekatan persuasif dan berbasis data dalam menyikapi kritik yang muncul di ruang publik.

"Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan. Saya percaya dengan evidence based. Dengan bukti, rakyat kita akan mengerti," jelasnya.

Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026 (NTVnews)

Lebih lanjut, Prabowo mengaku heran dengan adanya pihak-pihak yang justru membangun narasi negatif ketika pemerintah tengah berupaya memperkuat pembangunan nasional.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun ia menilai pentingnya menjaga kekompakan nasional setelah proses pemilu selesai.

"Jadi pengamat-pengamat, menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa karena kita satu negara kan satu kapal," tuturnya.

x|close