Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan peningkatan cadangan devisa Indonesia dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Airlangga, cadangan devisa Indonesia saat ini berada pada tingkat yang relatif aman dan cukup untuk menopang stabilitas ekonomi nasional.
"Kemudian cadangan devisa 151,9 miliar setara dengan 6 bulan impor," kata Airlangga.
Presiden Prabowo Subianto kemudian menanyakan perbandingan dengan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu berapa?” tanya Prabowo.
Baca Juga: Rismon Sianipar Ajak Roy Suryo Buktikan Keaslian Ijazah Jokowi Secara Terbuka
Airlangga menjelaskan bahwa cadangan devisa mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu sedikit di bawah Pak, 140-an,” jawab Airlangga.
Selain itu, ia juga memaparkan kinerja perdagangan luar negeri yang masih memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian nasional.
"Kemudian rasio perdagangan luar negeri 42% daripada PDB. Kemudian kita ada national hedging Pak dari ekspor komoditas yang naik, yaitu batu bara, karet, nikel, tembaga. Ini kemungkinan biasanya naik Pak, sehingga dari ekspor kita di komoditas ini 47 bilion USD dibandingkan dengan defisit migas yang 19,5. Jadi itu secara natural saling mengkompensasi," terangnya.
Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Istimewa)
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah juga terus memperkuat kerja sama dengan bank sentral serta mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional.
"Sinergi kuat dengan BI dan juga terjadi peningkatan local currency settlement dengan negara-negara Malaysia, Thailand, Jepang, China yang jumlahnya naik 25,56 miliar Pak, dibandingkan tahun lalu hanya 12,9. Jadi kalau terus ini kita dorong, maka kebutuhan atau tekanan terhadap dolar akan menurun Pak Presiden," imbuhnya.
Ia juga melaporkan perkembangan pendapatan negara yang menunjukkan tren positif.
"Kemudian APBN berfungsi sebagai shock absorber dan bantuan untuk pangan 11,92 triliun, dan juga THR sekitar 40 triliun Pak tahun ini yang dari pemerintah. Nah kemudian pendapatan pajak sampai Februari 2026 tumbuh kuat 30,4% dibandingkan tahun lalu. Januari-Februari naik 30% dibandingkan tahun lalu," ungkapnya.
Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Istimewa)
Presiden kemudian menanyakan perkembangan penerimaan pajak pada bulan berikutnya.
"Bulan Maret gimana?" tanya Prabowo.
Airlangga menjelaskan bahwa penerimaan pajak diperkirakan masih akan meningkat.
"Bulan Maret diperkirakan juga lebih tinggi karena seluruhnya kan mesti lapor di bulan Maret Pak," ungkapnya.
Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Istimewa)