Rismon Sianipar Ajak Roy Suryo Buktikan Keaslian Ijazah Jokowi Secara Terbuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 17:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima Peneliti dan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026. ANTARA FOTO/Indrianto Eko. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima Peneliti dan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026. ANTARA FOTO/Indrianto Eko. (Antara)


Ntvnews.id

, Jakarta - Peneliti sekaligus ahli digital forensik Rismon Sianipar mengundang praktisi di bidang yang sama, Roy Suryo dan tim, untuk melakukan edukasi terbuka guna membuktikan keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ajakan tersebut juga ditujukan kepada pihak lain yang sebelumnya terlibat dalam polemik dugaan ijazah palsu, termasuk Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Rismon mengusulkan agar dilakukan demonstrasi terbuka terkait rekonstruksi dan kajian sejumlah objek yang terlihat pada ijazah, seperti watermark, emboss, dan stempel.

"Saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka, saya akan mendemonstrasikan metode bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu bisa menghilangkan warna tertentu, contohnya stempel yang kita analisa (sebelumnya) tidak ada," kata Rismon saat memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

Usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Rismon menjelaskan bahwa dirinya siap mendemonstrasikan metode penelitian tersebut secara terbuka maupun secara pribadi.

Metode tersebut merupakan pendekatan yang sebelumnya belum digunakan dalam penelitian yang dituangkan dalam dua bukunya berjudul "Jokowi's White Paper" dan "Gibran End Game".

Baca Juga: Polda Metro Periksa Jokowi di Surakarta untuk Lengkapi Berkas Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Berdasarkan kajian lanjutan selama tiga bulan terakhir, Rismon menyatakan menemukan sejumlah bukti yang menunjukkan keaslian ijazah Joko Widodo.

Bukti tersebut antara lain berupa watermark, emboss, serta fitur lain dalam dokumen yang dinilai konsisten setelah dibandingkan dengan foto ijazah yang diunggah oleh Dian Sandi Utama.

Ia menjelaskan bahwa jejak stempel yang sebelumnya tidak terlihat pada foto ijazah dapat ditemukan melalui rekonstruksi dengan memasukkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, serta jenis lensa yang digunakan dalam penelitian terbaru.

"Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya," kata Rismon.

Oleh karena itu, ia mengajak Roy Suryo dan pihak lain untuk bersama-sama menyampaikan fakta terkait keaslian ijazah Joko Widodo dan Gibran Rakabuming secara adil.

Rismon juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menulis buku antitesis dari "Jokowi's White Paper" dan "Gibran End Game" guna menjelaskan temuan terbarunya sekaligus membantah tudingan yang sebelumnya muncul.

"Saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi, dengan uji coba yang sudah saya lakukan tiga bulan ini dan akan saya tuliskan dalam buku. Bukan dengan cuap-cuap, saya akan menuliskan. 2026 semoga (buku itu) bisa selesai.

Baca Juga: Gibran Buka Layanan Pengaduan di Kantor Wapres, Tebus Ijazah dan SPP Bisa Diadukan

Saya katakan tadi kepada Mas Wapres, penebusan saya atas semua hiruk-pikuk ini, baik disebabkan oleh saya maupun yang lain, itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo," katanya.

Selain itu, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf kepada Joko Widodo dan masyarakat atas polemik yang sempat terjadi terkait kajian sebelumnya mengenai ijazah tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab setelah penelitian terbaru menunjukkan adanya perubahan temuan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026 malam, menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momen yang baik untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.

"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran.

(Sumber: Antara)

x|close