Ntvnews.id
Usai pertemuan, Rismon menyampaikan kepada awak media bahwa setelah melakukan kajian lanjutan secara lebih mendalam terhadap data dan dokumen yang ada, ia menyimpulkan bahwa ijazah tersebut adalah asli.
“Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli. Karena apa, dengan kajian saya. Makanya saya bilang, truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” tuturnya.
Baca Juga: Ahli Digital Forensik Buka-bukaan Isi WA Grup Terdakwa Kasus Sumpah Palsu, Ada Kode Sensei
Dalam kesempatan itu, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang sempat muncul akibat kajian yang sebelumnya ia sampaikan.
“Sebagai peneliti bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisannya, bukan menyembunyikan kebenaran sehingga dianggap bahwa penelitian sudah final, tidak ongoing, hanya demi sorak-sorai, hanya demi fanatisme, hanya demi bisa jadi kepentingan politik praktis,” pungkasnya.
Secara terpisah, Wakil Presiden dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa langkah Rismon untuk meninjau kembali pernyataannya yang telah disampaikan ke publik menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.
Wapres juga mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dan terus menjaga persaudaraan, terutama di bulan Ramadan.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” tulis Wapres.
Baca Juga: Sambil Peluk Rismon Sianipar, Gibran: Kita Ini Saudaraan
hli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Wakil Presiden. (Istimewa)